Metropolis

Kuliah S2 Pariwisata di BTP Saja

 

KAMPUS Batam Tourism Polytechnic di kawasan Vitka Educity, Tiban, Batam.

BATAM (BP) – Kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP) membuka program studi S2 (M. Par- Magister Pariwisata) Terapan Pariwisata dengan jurusan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata.

Direktur BTP Batam, M. Nur Nasution, mengatakan sesuai surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 531/M/2020, Rabu (27/5) lalu, melalui komunikasi virtual, BTP menjadi kampus ketiga yang memiliki studi S2 Terapan Pariwisata setelah Bali dan Medan.

“Jadi bagi yang tertarik untuk mengenyam pendidikan S2 bisa langsung mendaftar ke kampus,” kata dia, Kamis (11/6).

Ia mengungkapkan, pendaftaran mulai dibuka Senin, 20 Juni 2020. Jadwal perkuliahan akan dimulai September 2020 mendatang. Untuk biaya Rp 12.500.000-15.000.000 per semester.

“Mahasiswa bisa menyelesaikan pendidikan dalam waktu 18-24 bulan atau dua tahun. Jadi yang ingin mengembangkan pendidikan di jenjang pariwisata sudah boleh daftar ke BTP. Tidak perlu ke luar kota lagi. Untuk Sumatera kami yang pertama,” ujarnya.

Nur mengatakan, untuk kelas reguler ini akan dibuka 30 mahasiswa per kelas. Bagi pendaftar yang memiliki prestasi bisa mendapatkan harga khusus.

Saat ini BTP memiliki program studi Cullinary Management, Room Division, dan Food and Beverage. Ia menambahkan, dengan metode pembelajaran 60 persen praktek dan 40 persen teori menjadikan mahasiswa sangat siap menghadapi tantangan di luar negeri.

“BTP hingga kini masih mengirimkan mahasiswa ke hotel berbintang lima yang ada di luar negeri seperti Doha, Qatar, Kuwait, dan Bahrain. Sudah ada 50 hotel yang bekerjasama dengan BTP. Untuk itu, kesempatan pengembangan skill mahasiswa di luar negeri sangat terbuka lebar,” jelasnya.

Ia menambahkan, program studi S2 ini ditujukan bagi mereka yang ingin membidik bekerja di sektor pariwisata seperti Kementerian Pariwisata, dosen dan sektor yang berhubungan langsung dengan pariwisata.

“Selain reguler kami juga membuka kelas eksekutif dengan jumlah mahasiswa maksimal 10 orang,” ujarnya. (*)

Reporter: YULITAVIA

Editor: MUHAMMAD NUR