AISYAH Nurul Fauziyyah. Foto: SDIT Bahtera Insani untuk Batam Pos

BINTAN (BP) – Murid kelas 2 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bahtera Insani, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Aisyah Nurul Fauziyyah (9), keluar sebagai salah satu finalis Olimpiade Sains Kuark (OSK) Tingkat Nasional tahun 2020.

Lewat channel Youtube Bahtera Insani TV, siswa asal Tanjunguban ini mengajak masyarakat menyembuhkan bumi dengan mengkreasikan barang bekas.

Dalam proyek kecilnya, dia menjelaskan barang bekas seperti botol mineral bekas, kantong plastik dan kotak susu bekas bila dibiarkan akan menjadi sampah.

Bahkan, kalau sampah tersebut dibakar akan mengeluarkan karbondioksida yang dapat menumpuk di atmosfir sehingga panas matahari akan terkurung dan membuat suhu bumi naik.

“Itulah salah satu penyebab bumi kita sakit,” katanya.

Selain itu, bila sampah tersebut ditanam, menurut dia, akan merusak tanah karena sampah tersebut tidak terurai dengan baik oleh bakteri.

“Bakteri tidak membusukkannya,” katanya.

Tidak hanya itu, menurut dia, pembakaran hutan dan lahan serta asap kendaraan juga dapat menyebabkan bumi sakit.

“Saya tidak ingin merusak bumi. Timbul ide saya untuk mengubah bahan bekas menjadi bermanfaat,” ujarnya.

Dia pun menjelaskan, tujuan mengikuti OSK untuk mengetahui apakah berkreasi dengan barang bekas dapat mengurangi kerusakan bumi. Ia lalu mengumpulkan botol air mineral bekas, plastik dan kotak susu bekas.

Kemudian barang-barang tersebut dibersihkan dan dikeringkan. Tidak lupa sebelum memulai proyeknya, ia menyiapkan alat seperti lem tembak, gunting pisau, dan pita.

Hari pertama, ia berhasil mengubah botol bekas air mineral menjadi tempat sikat gigi dan tempat sendok.

Hari kedua, ia mengubah plastik menjadi tangkai bunga.

Dan hari ketiga, ia berhasil membuat tempat buku dan pensil dari kotak susu bekas dan kerdus air minuman mineral.

“Tiga hari saya sudah menghasilkan beragam kreasi dari barang bekas yang bermanfaat diletakkan di kamar mandi, dapur dan rumah semisal tangkai bunga yang ditempatkan di rumah sebagai hiasan,” ujarnya.

Dari proyek kecilnya, ia mengatakan, setidaknya sudah mengurangi sampah di rumah.

“Kalau sampah berkurang maka penyakit bumi juga akan berkurang, kalau lebih banyak lagi barang bekas yang dimanfaatkan, maka perlahan-lahan bumi akan menjadi sembuh,” ujarnya.

Dia berharap bisa lebih banyak berkreasi dan lebih bagus lagi sehingga dapat mengurangi sampah di rumahnya.

“Saya ingin mengajak teman-teman untuk berkreasi barang bekas di rumah menjadi bermanfaat. Tidak lupa mengajak teman-teman mengurangi pemakaian bahan yang menghasilkan sampah plastik,” ungkapnya.

Kepala SDIT Bahtera Insani, Sri Wahyuni, mengucapkan terima kasih kepada orang tua/wali murid, masyarakat, Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Bintan yang selalu memberikan dukungan kepada SDIT sehingga murid-muridnya bisa berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Bintan pada tingkat nasional.

“Semua berkat dukungan masyarakat,” kata Sri Wahyuni.

Dengan dukungan terus menerus dari masyarakat, ia yakin ke depannya SDIT Bahtera Insani akan berkesinambungan mengukir prestasi baik tingkat lokal maupun nasional.

“Mengingat kita bertetangga dengan Singapura dan Malaysia, tidak tertutup kemungkinan prestasi tingkat internasional akan kita raih bersama masyarakat,” ujar Sri Wahyuni yang sering dipanggil Bu Yayuk. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
Editor: YUSUF HIDAYAT