Metropolis

Penataan Pasar Tos 3000 Lima Hari Mulai 29 Juni, Bersamaan Rapid Test

F. Cecep Mulyana/Batam Pos

BATAM KOTA (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan melakukan penataan pedagang pasar Tos 3000 selama lima hari. Penataan dimulai dengan sosialisasi terlebih dahulu, setelahnya baru dilakukan penataan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, menyebut penataan pasar Tos 3000 dimulai Senin 29 Juni mendatang. Penataan lapak pedagang akan menggunakan pola 2B dengan ukuran 2×2 meter. Ukuran ini menyesuaikan dengan total pedagang yang ada di pasar.

”Kami hanya mengukur saja, kalau bagian yang mengatur pedagang itu urusan pengelola,” kata Gustian Riau, Selasa (23/6).
Proses penataan pasar mengalami penundaan,

karena menentukan jadwal kesepakatan antara penge-lola, pedagang, dan personel yang nanti akan turun membantu penataan. Minggu ini, tim mulai menggelar sosialisasi kepada pedagang.

”Jadi akan ditata per blok. Hari pertama kita akan tata blok A dan B. Begitu selanjutnya. Penataan ini membutuh-kan waktu lima hari karena bertahap,” ujarnya.
Penataan hari pertama akan langsung bersamaan dengan kegiatan rapid test pedagang oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam. Nantinya, ada 500 pedagang di blok tersebut yang akan dites. ”Penataan ini akan menjadikan pasar sesuai dengan protokol kesehatan yang ada, termasuk jarak hingga pintu out (keluar) dan in (masuk). Jadi, akses masuk pasar dibatasi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil rapat bersama pengelola, penataan akan melibatkan berbagai instansi, termasuk pedagang yang ada di pasar. Pengelola sudah mulai menata, namun belum beraturan jaraknya. Untuk itu, ini yang akan dibenahi semala lima hari tersebut. ”Nanti akan dibuat zig-zag (berselang-seling) pedagangnya,” sebutnya.

Untuk personel, pihaknya meminta bantuan kepolisian, Kodim, dan Satpol PP selama masa sosialisasi hingga penataan. Semua dinas akan diturunkan untuk menata pasar. ”Nanti juga akan dicat semua dan dibatasi. Biar lebih aman ada pembatas antara pedagang dan pembeli,” sebutnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, salah satu klaster penyebaran Covid-19 yang memerlukan penanganan adalah pasar Tos 3000. Hingga kini, ada 20 kasus positif dari klaster tersebut. Untuk itu, harus ada penanganan yang sangat serius.
”Dalam minggu ini harus segera diselesaikan. Saya sudah minta Pak Gustian agar permasalahan ini bisa tuntas,” kata dia.

Ia berharap, tidak ada penambahan kasus positif dari klaster Tos 3000. Untuk itu, semua pedagang harus menjalani rapid test. Ia mengakui, kluster ini merupakan salah satu yang sulit diatasi karena banyak pihak yang keberatan dengan penataan ini.

”Bantu saya agar persoalan ini cepat selesai. Tujuannya baik, untuk pedagang dan pembeli. Hingga kini, sudah ada 120 ribu warga yang sudah menjalani rapid test. Itu artinya, ada usaha pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19,” tambahnya. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : RATNA IRTATIK