Zetizen

Iri Tanda Tak Mampu, Bos!

APA yang ada dalam pikiranmu saat mendengar ”crab mentality?” Yang pasti, istilah ini bukan tentang orang berzodiak Cancer ya…hehe. Crab mentality merupakan sikap nggak suka melihat kesuksesan orang lain. Disebut juga crabs in the barrel mentality dalam psikologi atau seperti kepiting dalam wadah. Saat ada kepiting yang berhasil memanjat, kepiting yang lain akan menariknya ke bawah.

Seorang tokoh asal Amerika Serikat, Douglas Wilder, menuliskan dalam bukunya yang berjudul Son of Virginia: A Life in America’s Political Arena bahwa orang-orang dengan mental seperti itu akan selalu berpikiran, ”kalau aku nggak bisa mendapatkan yang aku mau, orang lain juga nggak boleh bisa.”

”Sebenarnya, sikap ini nggak selalu bertujuan menghalang-halangi dengan cara yang kotor, tapi bisa juga dengan menunjukkan sikap meremehkan. Contohnya, ketika ada teman dapat nilai bagus, malah dikomentari, ’paling juga nyontek’, ’beli kunci jawaban tuh’, dan sebagainya. Sikap seperti itu sebenarnya juga bisa dikategorikan sebagai crab mentality,” jelas Alfina Indah, psikolog klinik Astagina, kepada Zetizen.

Meski nggak terlihat berbahaya dalam tahap life threatening, crab mentality justru berbahaya bagi diri sendiri. Sebab, kita nggak akan bisa menjadikan kesuksesan orang lain sebagai motivasi. Kita juga nggak bakal bisa jadi teman yang baik karena akan selalu iri dan nggak bisa menyampaikan ucapan selamat dengan tulus.

”Tapi, paling bahaya lagi kalau sampai muncul motif untuk menjegal atau menghalang-halangi pencapaian orang lain agar tujuannya tidak tercapai. Apalagi jika ini terjadi dalam suatu organisasi, pasti akan menghambat proses kerja di dalamnya,” tuturnya.

Nggak hanya berbahaya bagi pengidap crab mentality, mental orang-orang yang diremehkan pun mendapat pengaruh buruk. Selain bikin nggak percaya diri, pengidap crab mentality bisa membuat orang lain jadi tertekan sampai depresi. Karena itu, crab mentality harus banget dihindari karena memberi dampak negatif bagi banyak orang.

”Bisa dibilang aku bandel banget waktu SMP. Pokoknya langganan keluar-masuk ruang BK. Waktu SMA, aku kurangin main dan rajin belajar sampai nilai ulanganku bagus-bagus.

Tapi, teman-teman SMP-ku selalu bilang kalau aku nyontek yang akhirnya bikin aku tertekan. Bahkan sempat terlintas di pikiranku, apa aku bandel aja lagi ya?” cerita Abdullah Hamuda, siswa SMK Karya Guna Bhakti Bekasi, Jawa Barat.

Kira-kira, kamu termasuk orang dengan crab mentality nggak nih? Well, kalau emang iya, ada baiknya kamu mencoba menguranginya perlahan-lahan. Kalau kamu termasuk yang terkena dampaknya, coba berlatih menyortir perkataan dan perbuatan orang lain. Trust yourself! (fik/c20/rat)