Metropolis

Potensi Besar Kelistrikan Batam

Petugas bright PLN Siaga 24 Jam

F. CECEP MULYANA/BATAM POS
Direktur Utama Bright PLN Batam, Budi Panges-tu (tengah) bersama EVP Commercial/Plh Corporate Secratary, Agus Subekti; General Manager Service Business Unit, Fransis Al Zauhari, berdialog dengan Direktur Batam Pos, Socrates (kiri) saat kunjungan ke kantor Batam Pos, Rabu (24/6).

BATAM KOTA (BP) – Bright PLN Batam menyebut Batam mempunyai potensi besar dalam hal ketenagalistrikan. Hal ini bisa dilihat dari ketersediaan pembangkit listrik yang sebagian besar sudah beralih menggunakan energi gas. Bukan lagi, menggunakan energi batubara seperti di beberapa daerah lain di Indonesia.

”Memang kita tergantung pada gas hingga 75 persen, sisanya batubara. Pada gas yang 75 persen ini, juga sangat tergantung dari pipa gas yang di Jambi. Artinya, akan menjadi tantangan bagi kita saat terjadi pemeliharaan (pipa gas) yang harus terjadwal,” kata Direktur Utama bright PLN Batam, Budi Pangestu, didampingi Agus Subekti selaku EVP Commercial/Plh Corporate Secretary dan Gene-ral Manager Sevices Business Unit, Fransis Al Zauhari, saat bertandang ke kantor Batam Pos, Rabu (24/6).

Terkadang, Budi menyambung, dalam hal pemeliharaan pipa gas, bright PLN Batamtidak diberi tahu dari awal, sehingga berakibat pada pema-daman listrik yang tak dapat dihindari. ”Sehingga bright PLN Batam kurang persiapan untuk mengatasi efek yang akan ditimbulkan akibat pemeliharaan tersebut,” ujarnya.

Meski punya potensi besar, Budi tak menampik kelistrikan Batam memang belum sepenuhnya ideal. Sebab, yang ideal itu, harus mempunyai pembangkit listrik dari berbagai komposisi. Sehingga, ketika salah satu komposisi sedang perbaikan atau pemeliharaan, bisa dialihkan atau ditopang dengan komposisi lain.

”Tapi itu pasti biayanya cukup tinggi. Kalau untuk segala komposisi itu, contohnya yang sudah menerapkan di Istana Presiden dan beberapa tempat lainnya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Budi juga menyampaikan mengenai beberapa masalah kelistrikan yang terjadi di Batam dalam beberapa waktu belakangan ini. ”Kami menyadari masih banyak kekurangan pelayanan dari kawan-kawan PLN. Kemudian, kasus kemarin (tagihan listrik membengkak, red), saya kira sudah selesai lah. Meski di masyarakat ada yang tidak bisa menerima dan menyadari,” ujarnya.

Ia mengatakan, permasalahan tersebut sudah diselesaikan bright PLN Batam bersama Wali Kota Batam. Dimana, PLN memberikan relaksasi pembayaran dengan cara dicicil hingga sembilan kali kepada masyarakat yang mengalami kenaikan pembayaran listrik. Selanjutnya, pihaknya menye-rahkan kembali kepada pelanggan untuk bayar dengan sistem relaksasi tersebut atau tidak.

”Karena kalau kita buat tujuh kali atau sembilan kali masih ada yang tidak mau, tapi mau yang dua kali atau bahkan ada yang langsung dilunasi, itu juga kembali lagi kepada pelanggan,” kata Budi.

Sementara mengenai adanya gangguan listrik, ia memastikan bahwa petugas bright PLN Batam bersiaga 24 jam penuh demi lancarnya pasokan listrik kepada masyarakat.

”Gangguan malam pun, kabel yang menga-lami gangguan itu kita gali. Kita betuli sampai menyala. Jadi, tidak ada pelanggan yang mati listrik itu diperbaiki atau dinyalakan besoknya, tidak ada. Kita perbaiki sampai menyala,” imbuhnya. (*)

Reporter : EGGI IDRIANSYAH
Editor : RATNA IRTATIK