Politika

Kewajiban Hidupkan Lampu Motor Siang Hari Konstitusional

MK Tolak Gugatan UU LLAJ

F. SALMAN TOYIBI/JAWA POS
Sejumlah kendaraan tengah melintas di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Sabtu (6/6). MK memutuskan aturan menyalakan lampu di siang hari adalah konstitusional.

JAKARTA (BP) – Harapan sebagian orang agar kewajiban menyalakan lampu motor di siang hari dihapuskan dipastikan kandas.

Pasalnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan Pasal 107 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) yang mendasari aturan tersebut konstitusional.

Penegasan itu disampaikan MK saat memutus perkara Nomor 8/PUU-XVIII/2020, kemarin (25/6). Gugatan itu diajukan dua orang mahasiswa Eliadi Hulu dan Ruben Saputra Hasiholan Nababan.

Keduanya menilai, frasa ”siang hari” dalam norma pasal tersebut tidak jelas. Berdasarkan pengalaman pemohon, petugas kerap melakukan penindakan di pagi hari.

Selain itu, pemohon menilai kebijakan tersebut tidak sesuai dengan kondisi geografis Indonesia, di mana sepanjang hari Indonesia mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Sehingga tidak membutuhkan pencahayaan di siang hari seperti di negara-negara beriklim dingin.

Dalam pertimbangannya, Ketua MK Anwar Usman mengatakan, Konstitusi mengamanatkan negara untuk melindungi warga negara. UU LLAJ sendiri merupakan salah satu upaya perlindungan negara dalam penggunaan jalan. Apalagi, volume pengguna jalan semakin meningkat dan berdampak pada angka kecelakaan.

”Oleh karena itu berbagai upaya harus dilakukan pemerintah untuk menciptakan ketertiban lalu lintas yang dapat menjamin keamanan dan keselamatan,” ujarnya dalam pembacaan putusan secara virtual.

Salah satu penyebab kecelakaan, lanjutnya, disebabkan sesama pengendara yang tidak dapat mengantisipasi keberadaan kendaraan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu UU mengatur perlu mengatur perangkat seperti lampu kendaraan, klakson, kaca spion, dan sebagainya.

”Dalam kaitan ini, Pasal 107 UU LLAJ mengatur mengenai penggunaan lampu utama bagi pengendara kendaraan bermotor,” imbuhnya.

Meski di siang hari kondisi cukup terang, namun MK berpendapat ukuran dan bentuk sepeda motor yang mudah melakukan akselerasi dan kecil seringkali pengendara lain tidak bisa mengantisipasi keberadaannya. Dengan kewajiban menyalakan lampu utama, maka dapat membantu pengendara lain dapat menyadari keneradaan motor yang ada di sekitarnya.

”Sinar lampu utama dari sepeda motor akan dipantulkan dari kaca spion kendaraan yang berada di depannya sehingga kendaraan bisa mengantisipasi,” tuturnya. (far/*)

Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG