Metropolis

Tempel Catatan Meter di Pagar Rumah

Petugas Pencatat Meter Listrik Kembali Diturunkan

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Pelanggan berkonsultasi dengan customer service bright PLN Batam di kantor Bright PLN Batam di Imperium, Batam Center, belum lama ini.

BATAM KOTA (BP) – Petugas pencatat meteran listrik akan kembali bertugas untuk menghitung tagihan listrik pelanggan pasca bayar untuk bulan Juli mendatang. Karena itu, bagi pelanggan listrik yang rutin bepergian atau rumahnya kosong, diminta bantuannya untuk mencatat meter listriknya dan menempel catatan itu di pagar rumah.
Sebelumnya, karena pandemi Covid-19, PLN Batam tidak menurunkan petugasnya.

Seperti diketahui, Juni lalu terjadi lonjakan tagihan listrik bagi beberapa pelanggan PLN Batam. Sehingga, menurunkan petugas ke rumah-rumah warga itu dapat memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi. Pembacaan meter akan dilakukan dengan tetap memperhatikan Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 dari Kementerian Kesehatan RI untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

”Seperti bulan–bulan sebelum pendemi Covid-19, pada akhir bulan Juni PLN Batam akan menerjunkan petugas catat meter lapangan untuk melakukan pencatatan meter ke rumah pelanggan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Vice President Public Relations bright PLN Batam, Samsul Bahri, Kamis (25/6).

Pecatatan ke rumah pelanggan, akan dilakukan dalam rentang waktu tanggal 27 sampai dengan 30 Juni 2020. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik dengan penggunaan listrik oleh pelanggan.

Samsul juga menambahkan, apabila lokasi rumah pelanggan kosong atau pagar rumah terkunci saat petugas datang, maka sebagai alternatif, bright PLN Batam meminta bantuan pelanggan untuk menuliskan angka kWh Meter listrik terbaru dan ditempel pada pagar rumah atau tembok yang dapat dilihat oleh petugas catat meter.

Untuk pembayaran tagihan rekening listrik, pihak bright PLN Batam juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan online dalam melakukan pembayaran tagihan. Pembayaran listrik dapat dilakukan di mana saja tanpa harus mendatangi kantor pelayanan bright PLN Batam.

Di antaranya melalui PT Pos, retail waralaba, ATM, Mobile/Internet Banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya ataupun melalui aplikasi e-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan sebagainya.
Sebelumnya, tagihan listrik pelanggan PLN Batam mengalami lonjakan signifikan di atas 50 persen. PLN mengklaim penyebabnya karena pemakaian listrik yang tinggi saat pandemi. Sebagai solusi, PLN membolehkan pelanggan mencicil sebanyak sembilan kali dalam sembilan bulan. Tagihannya diakumulasikan pada tagihan berjalan. (*)

Reporter : Rifki Setiawan
Editor : RATNA IRTATIK