Nasional

Batam Tambah 11 yang Sembuh

Total Seluruh Kepri 220 Orang

F. Dalil Harahap/Batam Pos
Petugas gabungan sedang memeriksa dokumen rapid test di pintu masuk Bandara Hang Nadim Batam, Nongsa, Jumat (26/6). Kemarin, jumlah sembuh pasien Covid-19 di Batam bertambah 11 orang. Total, hingga saat ini sudah 159 orang sembuh dari Covid-19.

BATAM (BP) – Tren pasien Covid-19 sembuh di Batam makin menggembirakan. Jumat (26/6) kemarin, ada 11 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

”Alhamdulillah, ada 11 yang sembuh. Mereka pasien nomor 59, 60, 61, 63, 177, 183, 187, 188, 190, 191, dan 197,” ujar Muhammad Rudi, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, kemarin sore.

Rudi merinci 11 pasien yang sembuh. Pertama, Keane Manuel Budiman (pasien 59), pelajar pria berusia 13 tahun. Kedua, Elvi Darmajati (pasien 60), ibu rumah tangga (IRT) berusia 44 tahun. Ketiga, Catleen Manuel Budiman (pasien 61), siswa berusia 7 tahun. Keempat, Sri Yanti Kasim (pasien 63), karyawan 20 tahun. Kelima, Junadri Faizul (pasien 177), ASN KKP Kelas I Batam berusia 33 tahun.

Keenam, Lis Suryani (pasien 183), ibu rumah tangga berusia 54 tahun. Ketujuh, Risa Astriani Br Ginting (pasien 187), ASN KKP Kelas I Batam berusia 28 tahun. Kedelapan, Otoly Nazara (pasien 188), sekuriti ASN KKP Kelas I Batam berusia 43 tahun. Kesembilan, Masyitah Adisty Sabillah (pasien 190), ASN KKP Kelas I Batam berusia 31 tahun.

Kemudian, kesepuluh, Aida Mansyur (pasien 191), ASN KKP Kelas I Batam berusia 44 tahun. Kesebelas, Muhammad Dimas Ardiyansah (pasien 197), remaja 19 tahun. ”Banyak dari ASN KKP Batam yang dinyatakan sembuh. Mudah-mudahan sehat selalu dan bisa kembali bekerja sebagai salah satu garda terdepan di pintu-pintu masuk internasional di Batam,” ujar Rudi.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, grafik sembuh pada pekan ke 25 ini terus meningkat. Menurutnya, dengan adanya tambahan 21 kasus yang dikonfirmasi sembuh dua hari belakangan ini, maka merevisi jumlah pasien sembuh secara kumulatif menjadi 220 orang. Pasien yang dinyatakan sembuh 14 orang dari kelompok karantina. Sedangkan 7 pasien lainnya adalah mereka yang dirawat di rumah sakit.

”Saat ini masih tersisa 46 pasien yang dikarantina dan 9 dirawat di Rumah Sakit,” ujar Tjetjep, Jumat (26/6) di Tanjungpinang.

Masih kata Tjetjep, meskipun tidak ada penambahan kasus baru, namun daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 13 orang. Adapun jumlah mereka dalam pengawasan sebanyak 229 orang. Kemudian, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga turut bertambah sebanyak 191 orang. Secara keseluruhan mereka yang masuk dalam daftar pantau sampai kemarin ada 3.245 orang. Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) penambahan naik signifikan, yakni 377 orang. Adapun dari jumlah tersebut, 360 OTG sedang dalam proses pemantauan.

”OTG masih menjadi penyumbang terbesar kasus Covid-19 di Provinsi Kepri, karena dari 291 kasus, 157 kasus berasal dari kelompok OTG. Kemudian dari kelompok PDP sebanyak 66 kasus, dan ODP 36 kasus,” sebut Tjetjep.

Klaster TKA Bukan Anggota HKI Kepri
Klaster baru Covid-19 yang merupakan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok tidak berasal dari kawasan industri yang termasuk dalam Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri.

Tiga tenaga kerja asal Tiongkok dan dua tenaga kerja lokal di Batam dinyatakan positif Covid-19. Semuanya bekerja di industri plastik di Kabil. Ketua HKI Kepri, OK Simatupang menyatakan, klaster baru tersebut berada di salah kawasan industri di Kabil.

”Tapi industri tersebut bukan anggota HKI Kepri. Anggota HKI Kepri yang berlokasi di Kabil ada tiga dan tidak ada yang terjangkit,” tutur OK, Jumat (26/6).

Adapun ketiga kawasan industri tersebut, yakni Kawasan Industri Kabil yang bergerak di bidang migas, Kawasan Industri Dragoon, dan pengembangan dari Kawasan Industri Tunas Kabil yang bergerak di bidang industri plastik.

”Kami selalu mengingatkan para pengelola kawasan untuk menyampaikan kepada tenant-tenant di kawasan industrinya agar selalu memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan dalam menjalan kegiatan usahanya, serta menyampaikan ke para karyawannya agar tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat,” terangnya. (***)

Reporter : YULITAVIA, JAILANI,
RIFKI SETIAWAN
Editor : MOHAMMAD TAHANG