Home

Berharap PDIP-PAN Berkolaborasi

Soerya Serahkan Formulir Pendaftaran Cagub ke PAN

F. Iman Wachyudi/ Batam Pos
Bakal calon Gubernur Kepri, Soerya Respationo bersama timnya mengembalikan berkas ke DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kepri, Jumat (26/6).

BATAM (BP) – Setelah mengambil formulir pendaftaran untuk dijadikan perahu maju pada pilkada serentak Desember 2020 mendatang, bakal calon (balon) Gubernur Kepulauan Riau, Soerya Respationo mengembalikan berkas formulir pendaftaran ke Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Batam, Jumat (26/6).

Pengembalian berkas pendaftaran dilakukan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri itu. Formulir diterima tim penjaringan daerah bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari PAN, Sukardi.

Dalam pengembalian berkas itu, Soerya ditemani Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak; Wakil Ketua DPD PDIP Kepri, Sahat Sianturi; dan beberapa pengurus inti

DPD PDIP Kepri maupun di DPD Batam.
Soerya mengawali dengan meminta maaf kepada tim penjaringan daerah balon Gubernur dan Wakil Gubernur dari PAN, karena dari daerah lain tidak bisa datang karena waktunya mendadak. Sebab, PAN hanya membuka pendaftaran selama empat hari mulai Selasa (23/6) hingga Jumat (26/6). Kemudian, Soerya meminta Jumaga untuk mengambil formulir pendaftaran karena masih di Jakarta dan baru pulang ke Batam sebelum pengembalian formulir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar DPW PAN Provinsi Kepulauan Riau beserta tim pilkadanya yang telah berkenan untuk menerima kami. Selain yang utama, tentu untuk silaturahmi. Kemudian yang kedua kami bermaksud untuk mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Gubernur Kepulauan Riau 2020-2024,” ujar Soerya.

Pada kesempatan itu, Soerya menyampaikan harapannya agar PDI Perjuangan dan PAN bisa berkolaborasi di Kepulauan Riau. PDI Perjuangan Kepri telah mengisi formulir pendaftaran bakal calon Gubernur Kepulauan Riau 2020-2024 yang sebelumnya diambil oleh Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan, Jumaga Nadeak.

“Nanti diperkenankan tim untuk mengkoreksinya. Apabila masih ada kekurangan, kami akan segera memperbaikinya. Mudah-mudahan ini adalah awal kerja sama yang baik di antara kedua partai,” tuturnya.

Dijelaskannya, sebelum mendaftarkan diri ke PAN, ia juga telah lebih dulu berkoalisi bersama Gerindra dan PKB. Jika dikalkulasikan jumlah kursi untuk maju sebagai kepala daerah, tentunya sudah mencukupi dari persyaratan sebesar 20 persen kursi.

Namun, Soerya menegaskan bukan melihat dari berapa cukup atau tidaknya dalam memenuhi syarat 20 persen. Akan tetapi, ia menginginkan di Kepri ini akan lebih bagus adanya kebersamaan dalam membangun Kepri.

Artinya, lanjutnya, semakin banyak koalisi tentu akan semakin baik, banyak ide, pemikiran, dan gagasan. Sehingga, apa yang mungkin luput dari pemikiran PDI Perjuangan, bisa diberikan masukan dari partai-partai koalisi.

“Berdua saja sudah bagus. Tapi lebih bagus lagi kalau berempat atau berlima. Akan ada kontribusi pemikiran dan masukan itu pasti akan lebih banyak. Akan lebih kaya rencana yang dapat kita diskusikan untuk kita bangun yang akan menjadi program kita. Yang Insya Allah diberikan amanah oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Terkait masalah rekomendasi, ia menyebutkan, semua partai mekanismenya hampir sama. Bahwa tugas daerah melakukan penjaringan dan kemudian dilakukan rapat pleno dalam setiap tingkatan. Kemudian, ia memberikan catatan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta. Selanjutnya, DPP mengeluarkan hasil diberikan rekomendasi atau tidak direkomendasikan.

“Tapi, harapan saya mendapat rekomendasi atau tidak mendapat rekomendasi, kebersamaan ini dalam membangun Kepri tetap harus kita lakukan bersama-sama. Tapi kalau ditanya lagi, harapannya apa. Harapannya mendapat rekomendasi,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini, dirinya sudah mendapatkan rekomendasi dari ketua DPP Gerindra, Prabowo Subianto, untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Kepri bersama dengan Ketua DPC Gerindra Kota Batam. Rekomendasi itu juga sudah disampaikan Soerya ke DPP PDI Perjuangan untuk dilakukan pleno.

“Yang jelas rekomendasi dari ketua umum di pusat itu sebelum pendaftaran di KPU pasti sudah keluar. Seperti disampaikan tadi, bahwa rekomendasi dari ketua umum Gerindra, Pak Prabowo sudah saya sampaikan kepada DPP PDI Perjuangan. Nanti DPP PDI Perjuangan yang akan rapat pleno untuk memutuskan apakah saya dengan Gerindra atau dengan siapa,” imbuhnya.

Sekretaris Umum DPW PAN, Sukriadi menyampaikan, koalisi antara PAN dan PDI Perjuangan dalam mengusung kepala daerah sudah sering dilakukan. Bahkan menurut Sukriadi, koalisi dengan partai berlambang banteng itu seperti 4 sehat 5 sempurna atau artinya sempurna.

Mengenai formulir yang dikembalikan Soerya, ia menjelaskan, sesuai dengan mekanisme, akan dilakukan rapat pleno di tingkat DPW. Selanjutnya hasil dari pleno itu akan disampaikan ke DPP PAN di Jakarta, bersamaan dengan hasil pleno dari seluruh DPD yang ada di Kepri.

“Jadi nanti yang memutuskan dari pusat. Cuma mekanisme harus kita jalankan. Yang penting mekanisme itu kita jalani. Jadi kita menjalani aturan yang ada di partai,” imbuhnya.

Apakah nanti keputusan pusat keluar dari hasil pleno atau rekomendasi yang disampaikan DPW? Sukriadi mengatakan, itu merupakan kewenangan pusat. DPW hanya menjalankan sesuai mekanisme yang sudah ditentukan. Pihaknya dalam penyampaian ke pusat itu hanya menyampaikan bahwa ada calon yang mempunyai peluang besar, sedang maupun peluangnya yang kecil.

“Yang pasti, mekanisme kita jalankan. Itu nanti juga berdasarkan rekomendasi (DPW). Ini yang punya peluang atau itu yang punya peluang yang untuk kita usung atau dukung di Pilgub ini. Yang penting sekali, bagi kami di DPW PAN ini adalah mekanisme yang harus dijalankan,” imbuhnya. (*)

Reporter : EGGI IDRIANSYAH
Editor : MOHAMMAD TAHANG