Nasional

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Pascapandemi

Presiden Hadiri KTT ASEAN Virtual

F. RAKA DENNY/JAWAPOS
Joko Widodo

JAKARTA (BP) – Untuk kali pertama sejak ASEAN didirikan 53 tahun silam, KTT diselenggarakan secara virtual. Itu lantaran kondisi pandemi Covid-19 membuat pertemuan fisik tidak mungkin dilaksanakan. KTT yang dituanrumahi oleh Vietnam itu menghasilkan dua deklarasi yang disepakati oleh seluruh negara anggota ASEAN.

Presiden Joko Widodo mengikuti KTT tersebut dari Istana Bogor, kemarin (26/6). Dia didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, menko PMK Muhadjir effendi, Menlu Retno Marsudi, dan Seskab Pramono Anung. Para pemimpin di kawasan membahas sejumlah inisiatif dan kerja sama, termasuk dalam menangani pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyebut bahwa ASEAN sudah memiliki pondasi komunitas yang kuat sebagai sebuah komunitas selama lima dekade. Pondasi tersebut cukup untuk menjadi bekal menghadapi pandemi. ’’Tugas kita sebagai pemimpin ASEAN adalah memberi arah yang jelas untuk menghadapi situasi sulit ini,’’ ujarnya.

Ada dua hal yang menurut Presiden harus dilakukan bersama-sama. Selain kerja sama penanganan pandemi, yang tidak boleh dilupakan adalah mempercepat pemulihan ekonomi negara-negara ASEAN. Mengingat, IMF baru-baru ini memproyeksi pertumbuhan ekonomi global bakal mencapai -4,9 persen hingga akhir tahun. turun dari prediksi sebelumnya -3 persen.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mendorong ASEAN travel corridor. ’’Sudah saatnya ASEAN, sebagai satu komunitas, memikirkan pengaturan ASEAN travel corridor,’’ lanjut presiden. tentunya pengaturan harus dilakukan dengan hati-hati, terukur, dan bertahap. Dimulai dengan essential business travel dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Kemudian, akses digital bagi UMKM juga harus diperluas. Selain itu, ASEAN juga bisa mengandalkan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang ditandatangani tahun ini. ’’RCEP akan menjadi kekuatan dan harapan baru bagi pemulihan serta resiliensi ekonomi di kawasan pasca Covid-19,’’ tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara itu, menlu Retno Marsudi mengutip catatan Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi. ’’Untuk pertama kalinya di dalam 23 tahun terakhir, ASEAN mengalami kontraksi ekonomi. Akibat dari meluasnya pandemi Covid-19,’’ terangnya. Meskipun demikian, ASEAN telah berhasil melakukan tindakan yang cepat dan desisif di dalam menangani pandemi tersebut. Salah satunya, dengan membentuk regional pandemic response fund.

KTT ASEAN kali ini mengadopsi dua dokumen. Pertama adalah leaders vision statement on a cohesive and a responsive asean, rising above challenges and sustaining growth. Dokumen kedua adalah ASEAN declaration on human resources development for the changing world of world.

Retno menjelaskan, pada pokoknya berisi komitmen para pemimpin asean untuk memperkuat solidaritas dan mekanisme kawasan agar mampu mengatasi tantangan dunia saat ini. Ada beberapa hal yang digaris bawahi.

’’Antara lain komitmen untuk mengurangi dampak Covid-19 melalui rencana pemulihan yg komprehensif,’’ lanjut Retno. Juga menerapkan prinsip ASEAN outlook on the indopasific sebagai pedoman pelibatan ASEAN di kawasan asia psifik dan Samudera Hindia.

Dokumen kedua berisi komitmen untuk terus mengembangkan kapasitas SDM di negara masing-masing. ’’Deklarasi juga menyoroti penerapan atau pentingnya inklusifitas pendidikan dan pekerjaan, tuturnya. Terutama bagiperempuan, disabilitas, lansia, dan warga yang tinggal di wilayah terpencil. (*/byu)

Reporter : JP GROUP
Editor : MOHAMMAD TAHANG