Kepri

DPRD Minta Pemko Sesuaikan TKD

Beri Waktu 30 Hari

TANJUNGPINANG (BP) – DPRD Tanjungpinang meminta mekanisme Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) kembali dijalankan sesuai dengan aturan yang ada. Ini dilakukan agar tidak terjadi perbedaan yang dinilai tidak wajar.

Ketua DPRD Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni mengatakan pihaknya meminta mekanismenya dikembalikan seperti semula sesuai peraturan menteri dan besaran yang seimbang.

”Kita minta jalankan sesuai aturan saja,” kata Weni, Jumat (26/6).
Dikatakan Weni, rekomendasi yang diberikan DPRD adalah memberikan waktu selama 30 hari setelah surat dikirimkan ke Pemko Tanjungpinang untuk memperbaiki TKD sesuai mekanisme, jika tidak ditindaklanjuti akan naik ke hak angket.
”Mau tidak mau, suka tidak suka, prosesnya akan naik ke hak angket,” sebutnya.
Sedangkan untuk TKD yang sudah dibayarkan, kata Weni akan kembali dibahas. Permintaannya saat ini hanya disesuaikan dengan mekanisme saja, tidak terjadi ketimpangan, sesuai jabatan dan golongan, walaupun nantinya ada perbedaan tapi tidak begitu jauh.

TKD yang terjadi saat ini seperti contoh Kepala Bagian (Kabag) atau eselon III, TKD yang diterima lebih besar daripada Kepala Bidang (Kabid) atau eselon II, itulah yang akan diperbaiki.

”Sebelumnya tidak dibahas bersama DPRD, itu diketahui setelah adanya pengaduan, padahal aturannya dibahas bersama DPRD,” papar Weni.
Disampaikan Weni yang terjadi saat ini adalah kecemburuan antara pejabat, ada yang merasa pekerjaannya lebih banyak namun TKD yang didapatkan lebih kecil dari pejabat lain yang kerjanya lebih ringan.

”Jaraknya itu jauh, pada hak angket nantinya akan masuk aparat hukum yang memeriksa, sebab itu uang negara,” tambahnya.
Menurut Weni tidak perlu dilakukan penambahan anggaran untuk mencapai keadilan, jika nantinya TKD sudah disesuaikan jika itu bisa menutupi, maka anggaran yang ada bisa digunakan untuk hal lain.

”Seandainya anggaran ada juga tidak masalah, tapi saat ini anggaran itu tidak ada, kita harapkan nanti tercapai keseimbangan tapi tidak menimbulkan kecemburuan lagi,” tuturnya lagi. (***)

Reporter : PERI IRAWAN
Editor : GUSTIA BENNY