Kesehatan

Sakit Kronis Tanpa Gejala

Deteksi Dini Penyakit Hati Kronis dengan Fibroscan

Foto-foto: 123rf.com
Hati merupakan salah satu organ vital bagi manusia.

Gejala yang timbul dari penyakit hati kronis, 90 persen tanpa gejala bahkan terlihat seperti orang sehat. Namun, secara fisik gejalanya bisa dirasakan seperti badan lemas, nafsu makan berkurang, dan mudah merasa lelah.

Hati atau liver merupakan organ tubuh seukuran bola rugby yang berada tepat di bawah tulang rusuk di sisi kanan perut seseorang. Hati berperan penting untuk mencerna makanan dan membersihkan tubuh dari zat beracun.

Namun, jika terjadi masalah pada organ hati, maka ini merupakan sesuatu yang serius dan tidak bisa dianggap sepele, karena hal ini tentu akan mengancam jiwa seseorang.
Menurut Dokter Spesialis Penyakit Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Arif Koswandi, Sp.PD-KGEH. Hati kronis adalah peradangan pada organ hati yang bersifat lama dalam hitungan tahun (kronis). Hati kronis ini disebabkan oleh hepatitis, dimana
kasus hepatitis B, C, dan perlemakan dalam hati sangat banyak ditemukan di Indonesia.
Hepatitis B itu yang menyebabkan radang hati hingga menahun tersebut bisa mencapai 10 persen. Sedangkan Hepatitis C agak jarang ditemukan, sekitar 3 persen saja. Namun, akibat yang muncul dari perlemakan hati bisa sampai 30 persen.

“Maka sudah bergeser yang semula dari virus kini lebih cenderung terkena penyakit hati kronis disebabkan oleh pola hidup,” ucap dr Arif Koswandi, Sp.PD-KGEH, Jumat (26/6).
Ia menerangkan bahwa penyakit hati kronis yang disebabkan oleh perlemakan hati, adanya faktor risiko dari seseorang yang mengalami obesitas (berat badan berlebih), kemudian kolesterol tinggi, hingga diabetes.

“Dari penyebab faktor resiko itu karena tingkat pola makan yang tak teratur hingga kurangnya berolahraga,” jelasnya.

Adapun gejala yang timbul dari hati kronis tersebut bisa terbilang 90 persen tanpa gejala bahkan terlihat seperti orang sehat. Namun secara fisik seperti badan mulai lemas, nafsu makan berkurang dan mudah merasa lelah.

“Terkadang bisa timbul mata menjadi kuning, tapi lebih sering bisa tanpa gejala,” katanya.
Maka perlunya deteksi dini, jangan sampai menunggu terkena hati kronis. Karena apapun penyebabnya ketika sudah mengalami hepatitis B , C dan perlemakkan hati pada akhirnya bisa sirosis dan kanker hati.

“Jadi bila seseorang yang mengalami faktor resiko bahkan yang bisa tertular Hepatitis B,C seperti ibu hamil yang bisa menular kepada bayi yang kandungan dan apabila tidak diobati akan berlanjut hingga lahir sampai usia tua disarankan agar deteksi dini sebelum muncul komplikasi ,” terangnya.

Jika seseorang tertular seperti ibu hamil bisa menularkan kepada bayinya hingga menahun, dan biasanya akan timbul ketika menginjak usia 15 sampai 20 tahun. Memasuki usia 30 tahun ke atas akan timbul komplikasi seperti sirosis dan kanker hati.
Menurut Arif, jika mengalami hati kronis masih bisa diobati, tetapi apabila sudah menjalar hingga komplikasi seperti sirosis dan kanker hati, harus ditangani dengan transpaltasi hati dan operasi. Dokter akan mendeteksi dini untuk mengetahui seseorang mengindap hati kronik dengan biopsi (pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium).
“Pengobatan terpenting dilakukan dengan deteksi dini, dan semua pengobatan sudah tersedia dan diberikan antivirus,” ujarnya.

Dokter Arief Koswandi, Sp.PD-KGEH memeriksa fungsi hati dengan alat fibroscan.

Deteksi dini penyakit hati kronis juga bisa terdeksi dengan kecanggihan teknologi kedokteran menggunakan fibroscan merupakan suatu alat non-invasif (tanpa perdarahan) yang dapat dipakai untuk menggantikan biopsi untuk memeriksa tingkat kerusakan jaringan hati (fibrosis) secara tepat dan akurat.

Adapun langkah agar seseorang bisa terhindar dari hati kronis dengan mengenali organ hati dengan deteksi dini.

Misalkan untuk hepatitis B bisa dengan mengecek periksa darah di laboratorium dan bisa diketahui apakah positif atau tidak. Untuk mendeteksi hati liver bisa dengan USG, di samping pemeriksaan darah dan kadar kolesterol.

“Bila sudah melalui rangkaian tersebut dan mengetahui kondisi terkini organ hati, dilanjutkan dengan sejauh mana tingkat kerusakan hatinya dengan fibroscan,” tutupnya.
Jadi, bagi Anda yang ingin berkonsultasi perihal hati kronis dengan cara deteksi dini bisa melakukan telemedicine atau dapat berkunjung ke Rumah Sakit Awal Bros Batam. (***)

Reporter : Azis Maulana
Editor : RATNA IRTATIK