Home

Batam Masuk Zona Kuning

Lagi, 18 Pasien OTG Sembuh Pasien Klaster Tak Bertambah

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Warga Batam berolahraga dan menikmati suasana pagi di Dataran Engku Putri, Batam Center, Minggu (28/6). Kawasan ini sempat ditutup untuk umum untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Batam menyatakan bahwa 18 pasien positif yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG) sembuh dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Dari 18 orang itu, 17 dinyatakan sembuh pada Sabtu (27/6) lalu, dan satu pasien Minggu (28/6).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, semua pasien berada dalam keadaan sehat dan stabil. Setelah mendapatkan perawatan, mereka diperbolehkan pulang karena sudah negatif dari Covid-19.

“Semakin banyak yang sembuh. Ini menunjukkan hasil yang baik. Meskipun begitu kami tetap mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan tetap menjaga jarak agar tidak tertular virus ini,” kata Rudi, kemarin.

Ia menyebutkan, semua pasien yang positif tidak memiliki gejala Covid-19, termasuk dua warga negara asing asal Tiongkok dan Inggris. Pasien yang dinyatakan sembuh yaitu Djaenab, 44. Perempuan pekerja swasta (kasus nomor 86). Djarot, 18, pelajar laki-laki (nomor 93). Sugianto, 40, pekerja swasta (nomor 155). Tirza Gariella, 11, perempuan (nomor 157). Ikron, 52, ASN KKP Kelas I Batam (nomor 166).

Kemudian, Marni, 57, penjual jamu gendong (nomor 169). Rido Simatupang, 15, pelajar (nomor 195). Lukmanul Hakim, 39, karyawan swasta (nomor 198). Muhammad Hanafi, 56, (nomor 199), karyawan Pertamina Pulau Sambu. Aksanul Haq, 32 kru kapal (nomor 200).

Selanjutnya, Muhammad Rizky Fajar, 21, kru kapal (kasus 201). Anita Paul, 46, turis wanita asal Inggris (nomor 202). Sahnan Harahap, 41, wiraswasta (nomor 203). Zhu Guanglei, 33, laki-laki tenaga kerja asing (PT FCS Kabil) asal Tiongkok (kasus 204). Puguh Ariaji, 24, karyawan proyek properti di Batam (nomor 206).

Lalu, Hang Jong, 53, pekerja swasta (nomor 207). Terakhir, dr. Rini Putri Wahyuni, 30, dokter di RS Soedarsono (nomor 208). Sedangkan satu pasien yang dinyatakan sembuh kemarin, adalah Lee Siau Mei (nomor 205), pelajar berusia 16 tahun.

Rudi mengungkapkan, meskipun sudah dipulangkan, pasien harus tetap menjalani karantina atau isolasi mandiri selama 14 hari pascapemulangan. Berdasarkan pemeriksaan kondisi pasien cukup stabil dan tidak menunjukkan gejala Covid-19.

Selain pasien sembuh, lanjutnya, ada tambahan dua pasien positif per 28 Juni 2020. Keduanya dinyatakan positif setelah hasil pemeriksaan swab oleh Tim BTKLPP Batam keluar. “Ini hasil temuan contact tracing terhadap kasus terkonfirmasi positif 200 dan 201 di Kota Batam,” sebutnya.

Pasien baru pertama, laki-laki berinisial CS berusia 32 tahun. CS berstatus pelaut atau kru kapal beralamat di Perumahan Acacia Garden, Kelurahan Patam Lestari, Sekupang. Ia diberi label pasien baru Covid-19 nomor 219 Kota Batam. “CS adalah rekan sekerja dari terkonfirmasi positif kasus nomor 200 dan 201. Tapi keduanya sudah dinyatakan sembuh,” ucapnya.

Pasien baru kedua, yakni laki-laki berinisial S berusia 43 tahun. S adalah pelaut atau kru kapal yang sedang lego jangkar di perairan Batuampar, Batam. Ia dilabeli nomor 220. Dia juga rekan kerja nomor 200 dan 201.

“Kedua pasien baru ini kondisinya stabil dan kini dalam perawatan isolasi atau karantina di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang,” sebut Rudi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, menambahkan, saat ini hampir semua pasien positif merupakan OTG. Untuk itu, masyarakat tetap diimbau memperhatikan protokol kesehatan. “Tetap jaga jarak, gunakan masker dan jaga kebersihan, sebab kita tidak tahu virus itu berasal dari mana,” terangnya.

Sementara itu, di grafis peta wilayah penyebaran Covid-19 di Batam yang dibuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam menunjukkan Batam kini masuk zona kuning. Sebelumnya, Batam ditetapkan Kemenkes zona merah karena banyaknya kasus Covid-19.

Namun, seiring banyaknya pasien sembuh, dan minim penambahan pasien positif, dan makin sedikitnya pasien yang masih dirawat, membuat Batam kini berstatus kuning, meski belum ada keterangan resmi dari Kemenkes.

Dari pemetaan yang dilakukan Gugus Tugas, di Kecamatan Batam Kota yang sempat masuk zona hitam, dari 68 kasus positif, empat meninggal, sudah 58 sembuh. Tersisa enam pasien yang masih dirawat, dan kini bestatus kuning. “Iya, tinggal enam pasien yang dirawat, mudah-mudahan secepatnya swab-nya negatif dua kali,” sambung Rudi.

Begitupun di kecamatan lainnya, hampir semua pasien yang dirawat kini di bawah 10 pasien. Hanya Kecamatan Nongsa yang masih merawat 10 pasien dari 35 pasien (25 sembuh). Batuampar sisa satu pasien yang dirawat dari 33 pasien (32 sembuh, satu meninggal). Sekupang sisa dua pasien dirawat dari 29 pasien positif (25 sembuh, dua meninggal). Bengkong sisa dua pasien dirawat dari 22 kasus Covid-19 (sembuh 18, meninggal dua). Sagulung satu pasien dirawat dari 8 kasus (sembuh lima, meninggal dua). Seibeduk tiga pasien dirawat dari tujuh kasus (sembuh empat). Lubukbaja lima masih dirawat dari 12 kasus (tujuh sembuh).

Tak hanya itu, Bulang, Galang, dan Belakangpadang yang berstatus zona hijau, kini Batuaji juga masuk zona hijau, karena tak ada lagi pasien dirawat. Sebelumnya ada tiga pasien positif. “Ini kabar baik. Mudah-mudahan Batam bisa secepatnya bebas dari Covid-19,” kata Rudi.

Sedangkan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menambahkan, laju angka reproduksi instans (Rt) di Batam terus turun. Rt adalah acuan bagi negara di dunia untuk melepas status lockdown, karantina wilayah, atau PSBB menuju new normal. Rt dicetuskan Dr Adam Kucharski dari London School of Hygiene & Tropical Medicine.

Mengacu pada hal itu, kata Amsakar, seminggu terakhir laju angka Rt Batam tidak pernah tembus di angka satu. Bahkan sejak empat hari ini, penurunannya sangat signifikan. Pada 22 Juni, Rt Batam 0,9. Pada 23 Juni turun menjadi 0,76. Kemudian 24 Juni turun lebih drastis lagi menjadi 0,52. Selanjutnya, 25 Juni turun lebih dahsyat lagi menjadi 0,42.
“Standar WHO menyebutkan, angka 3 sebagai pertanda wabah yang parah dan sebuah negara atau daerah baru bisa melakukan pelonggaran bilamana angkanya di bawah 1. Artinya, Batam sudah sangat siap melaksanakan fase new normal,” ujarnya.

Amsakar menambahkan, berdasarkan hal itu dan ditambah makin banyaknya pasein yang sembuh, serta tidak ada penambahan pasien positif di masing-masing klaster, maka wajar Batam berstatus zona kuning. “Mudah-mudahan kondisi ini terus membaik, agar Batam bisa bebas dari Covid-19,” harapnya.

222 Kasus di 18 Klaster, 71 Kasus Klaster Tunggal
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, jumlah kasus positif Covid-19 di Kepri per 28 Juni 2020 menyentuh pada angka 293 orang, setelah adanya penambahan dua kasus baru.

Dari jumlah itu, ada 222 orang tersebar dalam 18 klaster besar di empat kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri. Sedangkan kasus lainnya merupakan kasus tunggal. “Setelah kita petakan berdasarkan tracking, ada 19 klaster besar penyebaran Covid-19 di Kepri. Posisi puncak masih Klaster HoG Eden Park Batam dengan 49 kasus,” ujar Tjetjep, kemarin di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, grafik sembuh hingga pekan ke-26 terus meningkat. Dengan adanya tambahan 19 kasus yang dikonfirmasi sembuh se-Kepri, maka kini sudah berjumlah 240 orang. Pasien yang dinyatakan sembuh 14 orang dari kelompok karantina, tiga pasien lainnya yang dirawat di rumah sakit.

Disebutkannya, saat ini masih tersisa 32 pasien yang dikarantina dan lima dirawat di rumah sakit. Selain adanya penambahan dua kasus baru pada awal pekan ke-26 ini, daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) tidak terjadi penambahan jumlah. Sedangkan kelompok yang terjadi penambahan adalah OTG sebanyak tiga orang.

Lebih lanjut, kata Tjetjep, jumlah PDP yang dalam pengawasan sebanyak 206 orang. Kemudian, jumlah ODP sampai saat ini sebanyak 191 orang. Secara keseluruhan mereka yang masuk dalam daftar pantau sampai kemarin adalah 3.294 orang. Sedangkan OTG dalam proses pemantauan berjumlah 8.423 orang. (***)

Reporter : YULITAVIA
MUHAMMAD NUR
JAILANI
Editor : MOHAMMAD TAHANG