Metropolis

Napi Tewas Setelah Minum Cairan Pembersih Lantai


SUASANA di Lembaga Pemasyarakatan Barelang, Batam. Seorang narapidana tewas diduga bunuh diri, Minggu (28/6). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

BATAM (BP) – Seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Batam tewas setelah meminum cairan pembersih lantai, Minggu (28/6). Warga binaan yang dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak itu bernama Muhammad Asri bin Sapuan, warga negara Singapura.

Pria 48 tahun yang masuk ke lapas Batam sejak 2018 lalu itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji, namun nyawanya tak tertolong. Jenazahnya direncanakan akan langsung diserahkan ke pihak kelurga dan dimakamkan di Batam.

Kalapas Batam Misbahuddin membenarkan kejadian itu. Korban awalnya dijumpai terkapar dengan kondisi tubuh lemas di kamar mandi tempat dia menjalani hukuman yakni Blok D12.

“Yang pertama jumpai itu kawan sekamarnya atas nama Daniel. Dia muntah-muntah dan dalam posisi terkapar. Itu pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 19.30 WIB,” ujar Misbahuddin.

Melihat itu, Daniel langsung melapor ke petugas sipir sehingga korban langsung dilarikan ke klinik Lapas. “Di sekitar lokasi dia pertama ditemukan ada botol cairan pembersih lantai tadi, sudah gitu mulutnya pun berbusa dan mengeluarkan aroma cairan pembersih lantai. Dia kita bawa ke klinik, kasih pertolongan dan sempat membaik,” tutur Misbahuddin.

Karena hari sudah malam dan keadaan korban cukup membaik, korban akhirnya ditangani di klinik Lapas saja hingga Minggu pagi. “Pagi sekitar pukul 06.00 WIB dia tampak sehat dan kembali melakukan rutinitas di dalam lapas seperti biasa, namun pada pukul 11.00 WIB dia kembali ngeluh sesak napas dan lemas. Dia akhirnya kita evakuasi ke RSUD,” kata Misbahuddin.

Saat tiba di RSUD korban masih sempat ditangani petugas medis, namun tak berapa lama dia mengembuskan napas terakhirnya. “Ini sudah dilaporkan juga ke Polsek Sagulung dan kesimpulan sementara karena minum carian pembersih lantai tadi. Keluarganya sudah tahu dan mengakui kalau belakangan dia depresi dengan pidana yang diterimanya,” ujar Misbahuddin.

Korban berkewarganegaraan Singapura ini merupakan terpidana kasus Undang-Undang Perlindungan Anak dengan hukuman 13 tahun penjara. Dia baru menjalani dua tahun delapan bulan penjara. Diduga hukuman inilah yang membuatnya depresi dan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu.

Kapolsek Sagulung Iptu Yusuf membenarkan kejadian itu. Untuk sementara pihaknya menyimpulkan bahwa korban meninggal karena minum cairan pembersih lantai. Namun untuk lebih pastinya polisi masih menunggu hasil visum dari rumah sakit. “Sementara memang seperti itu kejadiannya. Kemungkinan karena bunuh diri. Pastinya nanti setelah hasil visum keluar ya,” ujar Yusuf. (*)

Reporter: EUSEBIUS SARA
Editor: MUHAMMAD NUR