Metropolis

Penataan Pasar Tos 3000 Mundur Lagi

Pengelola Ajukan Penataan Mandiri, Pemko Batam Hanya Mengawasi

F. CECEP MULYANA/BATAM POS
aktivitas jual beli di Pasar Tos 3000, Jodoh terlihat ramai, Minggu (28/6). Rencana penataan Pasar Toss 3000 diundur lagi menjadi 6 Juli.

BATAM KOTA (BP) – Peme-rintah Kota (Pemko) Batam kembali menunda jadwal penataan pasar Tos 3000, Jodoh yang bertujuan untuk mengendalikan penyebaran wabah Covid-19.

Penataan yang semula dijadwalkan tiga hari pada Senin (22/6) hingga Rabu (24/6), kemudian diundur menjadi Senin (29/6) ini. Namun, lagi-lagi rencana itu batal dan penataan diundur kembali menjadi 6 Juli 2020 mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, mengatakan, setelah melakukan pertemuan bersama pe-ngelola pasar, mereka meminta waktu untuk menata pasar sendiri. Setelah itu, baru Tim Terpadu turun untuk melakukan pengecekan lokasi pasar.

”Beberapa hari ini mereka sudah menata sendiri, termasuk pengaturan lapak jualan berdasarkan pola yang sudah kami susun. Rencanya, penjual nanti akan memiliki lapak dengan ditata zig-zag,” ujarnya.

Gustian menyebutkan, pihaknya tetap turun ke pasar untuk mengawasi dan memantau penerapan protokol kesehatan di pasar, hingga menunggu jadwal tim terpadu turun nanti.

”Kami besok (hari ini, red) tetap turun namun hanya mengawasi saja.

Kalau tim tetap turun Juli nanti, sebab akan dilakukan pengecatan pasar agar terlihat lebih rapi dan bersih, serta tertata,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batam ini menambahkan, sosialisasi penertiban kepada pedagang sudah diinformasikan. Selama sosialisasi, me-reka menyampaikan ingin menata lokasi berdagang mere-ka secara pribadi atau mandiri.

”Karena itulah tim tidak jadi turun sekarang, dan memberi kesempatan kepada mereka untuk berbenah sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, rencana rapid test tetap menunggu keputusan dari Ketua Tim Gugus Tugas Kecamatan Lubukbaja. Meski begitu, secara keseluruhan, tim medis siap turun untuk menjalankan tes bagi pedagang.

”Alat dan petugas sudah ready (siap), kami tunggu komando saja. Kalau sudah ada waktu jalan, kami turun melaksanakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa klaster pasien positif Covid-19 sudah tidak ada penambahan kasus dalam beberapa hari terakhir, termasuk klaster Pasar Toss 3000. Meskipun begitu, semua tetap waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

”Alhamdulillah, pasien sembuh terus meningkat. Pasien yang ada saat ini merupakan nonklaster dan kebanyakan dari mereka merupakan OTG (Orang Tanpa Gejala),” tambahnya. (***)

Reporter : YULITAVIA
Editor : RATNA IRTATIK