Home

Batam Siap Terima Wisman

F. CECEP MULYANA/BATAM POS
Sejumlah wisatawan berjalan menuju kapal feri di Pelabuhan Internasional Batam Center, Senin (27/1).

Kota Batam secara umum kini sudah siap menerima wisatawan mancanegara (wisman). Semua pelaku wisata sudah menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Apalagi Batam kini masuk zona kuning menuju zona hijau.

“Saya ingin Batam segera masuk zona hijau. Jadi saat ini kita semua bekerja keras untuk membantu mengembalikan Batam ke zona hijau,” tegas Muhammad Rudi, Wali Kota Batam yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Senin (29/6).

Setelah Batam benar-benar bebas dari Covid-19, lanjut Rudi, pihaknya akan menyurati pemerintah Singapura, agar mereka bisa kembali membuka pintu lalu lintas warganya untuk ke Batam. Sehingga perekonomian kembali hidup.

“Ada tiga pelabuhan yang nanti akan saya usulkan untuk dijadikan percontohan untuk menyambut wisman ini. Bisa jadi Sekupang, Batam Center, atau Harbour Bay. Namun sebelum itu, tentu saya harus pastikan Batam siap dan aman untuk mereka kunjungi,” terangnya.

Saat ini di Batam sudah ada empat kecamatan masuk zona hijau. Tiga kecamatan di hinterland dan satu lagi Batuaji. Sementara delapan kecamatan lain masih dalam zona kuning. “Tadi (kemarin, red) kata Pak Didi (Kepala Disdik Batam, Didi Kusmarjadi, red), jika tidak ada penambahan kasus selama empat minggu terakhir, Nongsa juga bisa zona hijau. Artinya upaya yang dilakukan selama ini sangat baik,” lanjutnya.

Rudi mengatakan, sudah meminta Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, untuk memimpin rapat dan membahas kesiapan Batam terkait kedatangan wisman ini.

“Sekarang new normal belum sempurna menurut saya. Untuk itu, masih perlu usaha agar kembali ke zona hijau, termasuk kesiapan menyambut wisman ini,” ujarnya.

Tidak saja zero kasus, kesiapan fasilitas pendukung sektor pariwisata juga harus siap. Untuk itu, perlu dukungan pelaku wisata terkait wisman ini. Rudi menargetkan, dalam waktu dekat ini, zona kuning bisa berubah hijau.

“Untuk itu tenaga kesehatan harus bekerja lebih baik lagi. Sekarang penyisiran masih jalan. Makanya, bantuan alat dari pengusaha ini sangat dibutuhkan, karena tim medis masih terus berkerja hingga saat ini,” ungkapnya.

Sementara Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Amsakar Achmad mengatakan, setidaknya ada dua hal yang saat ini membuat keadaan Batam membaik. Pertama, kinerja tim yang selama ini turun menyisir warga yang kontak primer dengan pasien positif. Kedua, tingkat kepatuhan warga terhadap kesadaran protokol kesehatan.

Menurutnya, jika diperhatikan daerah yang menerapkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar), karantina wilayah, atau apapun istilahnya, kasusnya terus bertambah dan zona mereka hitam semua. Sedangkan Batam tidak memberlakulan apapun dan hanya berpegang pada sidak dan penyampaian informasi ke publik mengenai pentingnya protokol kesehatan.

Selanjutnya, proses sosialisasi yang tetap berjalan, meskipun sudah ada kelonggaran aturan, tim tetap turun ke pusat keramaian, mengedukasi pentingnya protokol kesehatan. “Tim tetap menyasar tempat keramaian seperti wisata kuliner, area publik, hingga fasilitas umum lainnya,” tambahnya.

Pariwisata Nongsa Paling Siap
Lalu bagaimana kesiapan objek wisata di Batam menyambut wisman? Ternyata, pelaku pariwisata di kawasan Nongsa paling siap. Seperti Nongsa Point Marina (NPM), Turi Beach Hotel & Resort, Taman Nongsa Indah Village, Nongsa Pura Ferry Terminal, Tamarin Golf, dan beberapa objek wisata lainnya.

Bahkan, demi mematangkan kesiapan tersebut, kawasan pariwisata di Nongsa sudah menyiapkan SOP (Standard Operating Procedure) bagi turis. Aturan ini merujuk pada arahan yang diberikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam. SOP ini sudah diedukasi ke seluruh karyawan dan telah diadakan pelatihan khusus.

“Sudah banyak permintaan wisman untuk masuk ke NPM, Turi Beach, Taman Nongsa Indah Village, maupun Tamarin Golf. Permintaan ini tidak hanya datang dari wisatawan lokal saja, tapi juga wisman,” ujar Reggy Djakarya, Humas Citramas Grup, Kamis (26/6) pekan lalu.

Bahkan, Reggy menyebutkan, saat ini ada 25 yachts yang ingin masuk ke Nongsa Point Marina. Lalu ada juga beberapa produser film Amerika, yang ingin masuk ke kawasan pariwisata yang dikelola oleh Citramas Grup. “Kami selalu siap untuk menerima wisman. Karena memang selama Covid-19 ini, kami tidak pernah tutup,” ungkapnya.

Reggy mengatakan, untuk wisatawan Nusantara tidak masalah. Karena kedatangan mereka ke Batam, sudah terlebih dahulu disaring oleh di bandara maupun pelabuhan.

“Tapi wisman, sebagian besar turis Batam datang dari Singapura dan Malaysia. Dua negara tersebut masih memberlakukan karantina 14 hari bagi yang baru kembali dari luar negeri. Harapannya pemerintah Singapura dan Malaysia secepat mungkin mengizinkan warganya untuk ke Batam baik bisnis maupun liburan,” jelasnya.

Selain itu, Reggy berharap mempercepat kedatangan turis dari mancanegara dan relaksasi syarat masuk, sehingga bisa membantu pengusaha di bidang pariwisata untuk bangkit kembali.

Usaha pariwisata, kata Reggy, sektor yang pertama kali terpukul akibat Covid-19. Dan diyakini akan menjadi terakhir kali bangkit, begitu pandemi ini usai. “Bahkan diperkirakan baru akan bangkit tahun 2021,” ucapnya.

Agar dapat meringankan sektor pariwisata, Reggy meminta pajak hotel, restoran serta hiburan tidak dipungut pajak hingga akhir tahun 2020. “Tidak dipungut pajak, bukan ditunda pemungutannya seperti yang selama ini terjadi. Serta yang tidak kalah penting PBB tahun 2020 dan 2021 tidak dinaikkan, dan tetap menggunakan NJOP tahun 2019,” imbuhnya.

Soal langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di kawasan pariwisata Nongsa, Reggy mengaku, setiap tamu dan karyawan yang masuk kawasan hotel, resort maupun golf, wajib di cek suhu badannya. Lalu juga diwajibkan menggunakan masker, dan sering mencuci tangan. “Kami menyediakan hand sanitizer di lobi,” tuturnya.

Karyawan dan pengunjung juga diminta memperhatikan jaga jarak antarsesama di semua fasilitas yang ada. “Karyawan yang guest contact wajib memakai masker dan face shield. Dan kamar tidur dan area restoran selalu dibersihkan dengan disinfektan,” jelasnya.

Di tempat terpisah, pengelola Pelabuhan Sekupang Internasional, Jumarly, mengatakan, saat ini pihaknya sangat persiapan menyambut kedatangan wisman. Berdasarkan informasi dari agen wisata, wisman asal Singapura diperkirakan akan masuk ke Batam jelang akhir tahun nanti.

“Secara keseluruhan kami sudah siap pastinya. Petugas dan peralatan pendukung juga ready, tinggal menunggu kedatangan wisman saja,” ujarnya.

Larangan Berkumpul Resmi Dicabut
Sementara itu, keputusan Kapolri Jenderal Idham Aziz mencabut maklumat kepatuhan terhadap pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19 dipandang tepat. Dengan begitu, masyarakat telah diperbolehkan untuk melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa. Namun, tetap harus menjalankan protokol kesehatan.

Pencabutan maklumat itu tertuang dalam surat telegram nomor S T R/364/VI/OPS.2./2020 tertanggal 25 Juni 2020. Telegram itu tentang perintah kepada jajaran soal pencabutan maklumat Kapolri dan upaya mendukung kebijakan new normal.
Terdapat lima poin dalam telegram tersebut. Pertama, pengawasan dan pendisiplinan terhadap masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan cuci tangan. Kedua, instruksi meningkatkan kerja sama lintas sektoral untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ketiga, edukasi dan sosialisasi terus menerus kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman yang benar. Keempat, koordinasi intensif harus dilakukan dengan Gugus Tugas Covid-19 di tiap daerah. Kelima, untuk daerah yang masih menerapkan PSBB atau dalam zona merah serta oranye, masih dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat sesuai dengan ketentuan.

Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Firdaus mengatakan, dengan dicabutnya maklumat ini, memberi ruang bagi masyarakat untuk bisa kembali menggelar berbagai acara. Namun, pihaknya tetap melakukan imbauan dan sosialiasi kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “Tetap ada imbauan dan edukasi. Bukan razia lagi,” jelasnya.

Sedangkan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro, menyampaikan bahwa patroli yang kini dilakukan jajarannya bersifat imbauan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kegiatan luar rumah sudah boleh, tapi protokol kesehatan tetap dijalankan. Kalau berkumpul tanpa protokol tetap tidak boleh,” tegas Purwadi, Senin (29/6) siang.
Purwadi menjelaskan, pembatasan kegiatan masyarakat seperti kapasitas gedung yang mencapai 500 orang diperkecil hingga 250 orang. Kemudian di lokasi disediakan hand sanitizer, disemprot disinfektan, serta seluruh masyarakat wajib menggunakan masker.

“Semua kehidupan sudah harus berjalan dengan protokol itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam mencatat selama new normal ini belum ada kunjungan wisman seperti dulu. Per hari, Batam hanya dikunjungi beberapa orang asing saja. “Kalau orang asing tentu ada dalam jumlah yang belum banyak. Rata-rata Batam hanya dikunjungi 5-10 orang asing per hari. Umumnya kunjungan untuk urusan bisnis,” ujar Kepala KKP Kelas 1 Batam, Achmad Farkhani Tri Adranti, kemarin siang.

Namun soal kesiapan KKP menyambut wisman, Farkhani menegaskan, sebagai salah satu garda terdepan, jajarannya sangat siap dan selalu siaga di semua pintu masuk. Baik sebelum, masa Covid-19, hingga saat new normal ini.

Selain kunjungan orang asing, KKP Kelas 1 Batam mencatat dalam sehari melakukan ratusan uji swab kepada pendatang di pelabuhan. Untuk penumpang yang melakukan uji swab tersebut dibagi menjadi tiga golongan. Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai identitas atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) Batam akan menjalani karantina mandiri di rumahnya, dan dalam kontrol pihak puskesmas.

Kemudian, untuk WNI yang tidak memiliki KTP Batam akan menjalani karantina di penginapan yang telah di rekomendasi Pemko atau KKP. Sementara untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), dikarantina sesuai dengan rekomendasi BP3PMI. Sedangkan Warna Negara Asing (WNA), akan menjalani karantina sesuai rekomendasi Pemko atau KKP.
Farkhani menyebutkan, untuk WNA ini dari hasil pengujian swab akan dikenakan biaya.

“Khusus WNI yang kurang mampu, atau kehabisan biaya di karantina di Rusunawa Tanjunguncang. Seluruhnya gratis atau ditanggung negara,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan Manajer Operasional PT Synergy Tharada, Nika Astaga, selaku pengelola Pelabuhan Feri Internasional Batam Center. Ia mengatakan, sejak dua pekan diberlakukannya new normal di Batam, kunjungan WNA masih terbatas. “Turis belum. WNA ya sudah ada beberapa setiap harinya,” ujarnya.

Namun ia menegaskan, Pelabuhan Batam Center sudah sangat siap menyambut kedatangan wisman jika kelak pintu masuk Singapura dan Malaysia sudah dibuka lebar. (***)

Reporter : YULITAVIA
FISKA JUANDA
YOFI YUHENDRI
Editor : MOHAMMAD TAHANG