History

Evolusi Telepon Setelah Graham Bell Bicara

Telepon Orisinal

Pendekat jarak penyingkat waktu. Kalimat itu pernah jadi motto, PT Telkom, perusahaan telekomunikasi Indonesia. Motto itu menggambarkan betapa keberadaan alat komunikasi telepon telah mengubah banyak hal dalam hidup manusia. Kehadiran telepon seluler pada pertengahan 1980-an, makin membuat aktivitas hidup manusia lebih mudah. Telepon telah mengalami banyak perubahan atau evolusi dari waktu ke waktu.

Kini, telepon tak sekadar berbicara dan mendengar. Dengan perangkat telepon seluler orang bisa saling berkirim teks, gambar, dan video.
Berikut beberapa peristiwa penting dalam evolusi telepon, yang disarikan dari http://bgr.com:

Telepon Original
Pada 10 Maret 1876, Alexander Graham Bell menggunakan sebuah perangkat untuk berbicara kepada asistennya, Thomas A. Watson. ”Mr Watson, datang ke sini, aku ingin bertemu denganmu.” Dan, itu adalah peristiwa bersejarah, dimana Bell tercatat sebagai orang pertama yang mengenalkan telepon dengan transmisi elektronik pertama di dunia. Di saat Bell menerima hak paten pertama untuk telepon, justru terjadi perseteruan soal siapa sebenarnya manusia pertama penemu telepon. Mereka yang berebut soal predikat itu adalah Elisha Gray, Antonio Meucci, dan Innocenzo Manzetti.

Candlestick
Populer sejak 1890 hingga 1930-an, telepon candlestick dipisah menjadi dua bagian. Bagian untuk bicara berdiri persis di depan mulut, dan penerima suara (bagian untuk mendengar suara lawan bicara) ditempatkan di telinga selama panggilan telepon berlangsung. Telepon jenis ini berakhir pada 1930-an ketika produsen telepon mulai menggabungkan potongan alat untuk bicara dengan alat untuk mendengar menjadi satu kesatuan, dengan tersambung oleh kabel.

Telepon Putar
Setelah era candlestick berakhir, telepon rotary mencapai puncak popularitas. Untuk memulai panggilan, Anda harus memutar nomor telepon yang akan dituju satu per satu. Dan setiap selesai memutar satu nomor, Anda harus melepaskannya. Ketika telepon yang menggunakan metode menekan nomor tujuan mulai populer pada 1960-an dan 1970-an, telepon rotary pun mati pelan-pelan.

Telepon Tekan
Pada tahun 1963, AT & T memperkenalkan ”nada sentuh” dimana telepon mulai memiliki keypad yang berfungsi untuk memanggil nomor tujuan. Setiap tombol akan mengirimkan frekuensi tertentu dan sinyal ke operator telepon yang nomornya Anda hubungi. Temuan ini jauh lebih baik dibanding rotary. Telepon ini menggunakan perangkat yang disebut ”kotak biru” yang memungkinkan pengguna bisa membuat panggilan telepon gratis jarak jauh.

Mesin Penjawab
Kehadiran mesin penjawab telah mengubah perilaku bertele-pon. Mesin ini memungkinkan penelepon meninggalkan pesan jika tidak ada seorang pun yang mengangkat pada nomor tujuan. Telepon jenis ini awalnya menggunakan kaset untuk merekam pesan yang masuk. Dalam 15 tahun terakhir, mesin penjawab digital menggantikan fungsi kaset mini. Dan dalam 10 tahun terakhir, semua orang beralih menggunakan voicemail di telepon genggam mereka.

Telepon Portabel
Perkembangan selanjutnya adalah munculnya telepon portabel, dimana antara mesin telepon dengan gagangnya tidak lagi terhubung dengan kabel. Mirip dengan remote tv. Telepon ini populer pada awal 1980-an. Telepon portabel ini layaknya telepon seluler dalam skala kecil. Dengan telepon ini, saat menelepon Anda tidak perlu lagi secara fisik terus berada dekat mesin telepon. Anda bisa bertelepon di manapun di dalam rumah. Sekarang Anda dapat berbicara di telepon Anda di manapun di seluruh dunia.

Motorola DynaTAC
Dirilis pada 1984, Motorola DynaTAC 8000X adalah telepon seluler pertama yang dipasarkan secara komersial. Pada 1973, Martin Cooper melakukan panggilan pertama menggunakan telepon seluler. Saat itu, dengan uang 1,75 pounds ia bisa berbicara selama 30 menit.

Nokia 5110
Nokia 5110 adalah salah satu produk klasik yang pernah diproduksi Nokia. Bentuk handphone ini kasar dan berat, namun memiliki baterai yang tahan lama. Lebih penting lagi, Anda bisa bermain game Snake pada layar 47 × 84 pixel-nya.

Caller ID
Ada saatnya ketika Anda harus mengingat nomor telepon banyak orang. Saat itulah Caller ID hadir. Dengan alat ini Anda bisa memutuskan apakah panggilan telepon yang masuk harus diterima atau cukup dikirim ke voicemail. Kehadiran Caller ID mengubah cara kita menggunakan telepon.

Motorola StarTAC
Motorola StarTAC adalah telepon seluler dengan flip pertama yang meraih kesuksesan. Dan dalam banyak hal, inilah telepon seluler yang benar-benar berhasil merebut hati konsumen. Diperkenalkan pertama kali pada tahun 1996, Motorola berhasil menjual StarTAC sebanyak 60 juta unit.
Dengan berat hanya 3,1 ons dan dikombinasikan dengan desain yang inovatif, StarTAC adalah tonggak penting dalam sejarah telepon seluler yang ukurannya kian mengecil.

Sanyo SCP–5300
Dirilis pada 2003, Sanyo SCP-5300 adalah salah satu ponsel pertama yang menggunakan kamera. Sudah bisa dipastikan kamera digital akan menggantikan kamera film, tapi (ketika itu) tidak banyak yang yakin bahwa kamera bisa muat di dalam telepon. Tentu saja, bila memakai standar hari ini, kamera SCP-5300 sangat menye-dihkan. SCP-5300 bisa mengambil foto dengan ukuran 640 × 480 pixel dan menyimpan 10 sampai 15 di antaranya. Kamera ini memiliki built-in flash dengan jangkauan hanya tiga meter. Namun, harus diakui SCP-5300 adalah perintis, dan kita kini menyadari betapa pentingnya kamera di telepon kita.

Palm Treo
Dengan Treo, Palm berusaha mengembangkan produk PDA mereka menjadi salah satu smartphone pertama di dunia. Treo tampak sangat mirip dengan BlackBerry, dengan keyboard kecil di bagian bawah. Treo menggunakan sistem Palm OS. Seperti kebanyakan ponsel terkemuka pada saat itu, Treo mulai kehilangan daya tarik setelah munculnya smartphone layar sentuh. Pada 2009, Treo diganti dengan Palm Pre, namun Palm gagal membendung iPhone.

Motorola RAZR
Motorola RAZR adalah puncak dari kehadiran ponsel jenis flip. Karena tak mampu atau mungkin tak punya keinginan untuk melahirkan eksperimen baru, perusahaan ponsel hanya sanggup melahirkan produk-produk dengan ukuran yang makin mengecil dari hari ke hari, sebagai bentuk inovasi. Melalui RAZR, Motorola menyempurnakan desain ponsel flip. Ketebalannya hanya 0,54 inci. Diluncurkan pada 2004, Motorola menargetkan penjualan sebanyak 130 juta unit. Namun, popularitas RAZR cepat menurun, kalah bersaing dengan generasi baru smartphone layar sentuh.

BlackBerry
Research in Motion, perusahaan yang berbasis di Kanada -kini berubah nama jadi BlackBerry, adalah produsen smartphone terkemuka di awal 2000-an. Dengan layanan email yang canggih, aplikasi BlackBerry Messenger, dan bentuk keyboard yang mirip keyboard komputer, smartphone BlackBerry adalah ponsel bisnis utama dan paling hebat pada zamannya. Ketika iPhone diumumkan pada 2007, banyak penggemar BlackBerry mengejek produk Apple itu karena ketiadaan keyboard. Namun, hari ini, dengan keberadaan smartphone layar sentuh yang dianggap lebih baik, BlackBerry ambruk sangat cepat dan saat ini berjuang untuk bertahan hidup.

iPhone dan Android
Ketika iPhone diperkenalkan pada 2007, Apple membawa sebuah smartphone yang melampaui zaman. Dengan layar sentuh intuisif, sensor cerdas, dan desain ramping, iPhone meraup sukses luar biasa. IPhone menunjukkan betapa jadulnya ponsel flip dan smartphone generasi sebelumnya.
Setahun kemudian, Android juga bersiap mendaki ke puncak sukses. Didirikan pada 2003 oleh Andy Rubin, Android berusaha menciptakan sebuah sistem operasi modern yang akan bersaing dengan Windows Mobile, Symbian, dan BlackBerry. Google membeli Android pada 2005, dan pada November 2007, meluncurkan sistem operasi Android. Ponsel Android pertama, HTC Dream, diluncurkan hampir setahun kemudian. Tepatnya pada Oktober 2008. (***)

Reporter & Editor : Ratna Irtatik