Metropolis

Hewan Kurban Bebas Penyakit

4.135 Kambing dan 991 Sapi Masuk Batam

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Ahmad, penjual hewan kurban memberikan pakan rumput untuk sapi yang dijualnya di Bengkong Sadai, Kamis (25/6). Karantina Pertanian Kelas I Kota Batam memastikan hewan kurban yang masuk Batam bebas penyakit.

BATAM KOTA (BP) – Jelang Hari Raya Iduladha, lalu lintas pemasukan hewan kurban seperti sapi ke Batam semakin meningkat. Balai Karantina Pertanian Kota Batam mencatat, selama bulan Juni 2020, hewan ternak yang masuk melalui Pelabuhan Telagapunggur seperti kambing, mencapai 4.135 ekor. Sedangkan untuk sapi sebanyak 991 ekor.

Untuk jenis sapi yang masuk ke Batam terdiri dari sapi Bali, sapi brahman, sapi peranakan ongole, sapi limousin simental dan sapi brahman cross M. Jumlah tersebut akan terus bertambah mendekati Hari Raya Iduladha pada 31 Juli nanti.

Kepala Karantina Pertanian Kelas I Kota Batam, Joni Anwar menjelaskan, Karantina Pertanian sendiri bertugas memastikan bahwa setiap hewan yang dilalulintaskan harus bebas dari hama penyakit hewan karantina (HPHK), terutama hewan yang masuk ke Batam dari daerah lain.

”Memastikan hewan yang dilalulintaskan masuk ke Batam sehat dan bebas dari HPHK merupakan tujuan dari penyelenggaraan karantina sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan di pasal 7 ayat b yaitu mencegah tersebarnya HPHK dari suatu area ke area lain di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Joni, Senin (29/06).

Badan Karantina Pertanian mencatat, hewan kurban berasal dari Provinsi Lampung yang keluar dari Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Kuala Tungkal Jambi, Muara Sabak Jambi, dan Sungai Boom Baru Sumatera Selatan.

Setiap hewan kurban yang masuk Batam, lanjutnya, telah dilengkapi dengan sertifikat Kesehatan Hewan (KH11) yang diterbitkan oleh Karantina Pertanian dari daerah asal sebagai jaminan bebas HPHK.

”Setelah diserahkan dan dilaporkan pemasukannya, maka sertifikat pelepasan (KH14) sebagai bukti telah lapor karantina pun diterbitkan,” imbuh Joni.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menyebutkan, telah mengeluarkan surat edaran mengenai pelaksanaan tindakan karantina dan pelayanan karantina pada situasi kedaruratan Covid-19.

Pejabat karantina hewan memastikan bahwa hewan yang dilalulintaskan tersebut sehat dan memenuhi prosedur yang ditetapkan. Karantina pertanian memfasilitasi perdagangan, namun tetap memperhatikan aspek pencegahan penyebaran penyakit hewan.

Seluruh kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan yang dilalulintaskan oleh pejabat karantina, bertujuan agar masyarakat muslim yang merayakannya dapat dengan tenang dalam menjalani ibadah kurban.

”Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian agar logistik hasil pertanian dan peternakan tidak terkendala walaupun dalam kondisi yang lebih terbatas di era tatanan baru ini,” tutup Jamil. (*)

Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : RATNA IRTATIK