Metropolis

Rudi: Segera Rapid Test Pedagang

F. CECEP MULYANA/BATAM POS
Warga berbelanja di Pasar Toss 3000 Jodoh, Minggu (28/6). Wali Kota Batam menginstruksikan agar rapid test untuk pedagang di pasar tersebut segera digelar.

BATAM KOTA (BP) – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menargetkan Kota Batam yang saat ini berada pada zona kuning kasus Covid-19, dalam waktu dekat bisa berubah menjadi zona hijau. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan terus melakukan penyisiran, guna menekan penyebaran dan memperkecil bertambahnya kasus positif Covid-19. Termasuk, mengendalikan jumlah penderita dari klaster Pasar Tos 3000 Jodoh.

”Sekarang masih ada 31 pasien positif yang masih dirawat. Saya ingin mereka sembuh sehingga yang positif ini semakin berkurang,” kata Rudi usai menerima bantuan alat rapid test dari PSMTI di Dataran Engku Putri Batam Center, Senin (29/6).

Saat ini, semua klaster tidak ada penambahan kasus baru. Meski begitu, masih ada Pasar Toss 3000 yang harus dituntaskan dalam waktu dekat ini.

Karena itu, Rudi mengaku sudah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam untuk segera turun dan melakukan rapid test kepada pedagang yang ada di sana.

”Tinggal itu saja, saya memang khawatir soal hasilnya nanti, namun kalau tidak di-rapid, nanti tiba-tiba kasusnya membeludak lagi,” ujarnya.

Untuk itu, rapid test ini masih diperlukan, agar bisa dipastikan tidak ada sebaran dari klaster Pasar Tos 3000 ini. ”Saya ingin zona kuning yang ada saat ini bisa berubah menjadi hijau,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, meski tidak ada penambahan kasus dari Tos 3000, pihaknya akan tetap turun dan memastikan kondisi pedagang yang ada di sana.

”Kalau melihat jarak waktu dari kasus terakhir, sepertinya kecil kemungkinan ada penambahan kasus di sana. Namun, tetap harus di-rapid sesuai dengan arahan pimpinan, agar bisa diketahui perkembangan kasus klaster Toss 3000,” terangnya.

Didi menambahkan, jika ditemukan pasien reaktif, akan langsung dikirimkan ke RSKI Galang. Hal ini agar pena-nganan lebih maksimal, dan pengawasan bisa lebih ketat.

”Kalau karantina mandiri banyak yang melanggar. Kita sudah minta stay at home, mereka masih bandel, untuk itu, sekarang kalau ada yang reaktif, dibawa ke RSKI, saya juga sudah minta tim kesehatan yang turun untuk mela-porkan segera, jika ada warga yang reaktif,” bebernya.

Didi menambahkan, untuk saat ini, alat tersedia dan cukup. Pihaknya tinggal menunggu jadwal turun ke pasar, sebab penataan diundur hingga 6 Juli mendatang. ”Kalau saya maunya cepat saja. Biar selesai satu persoalan di pasar tersebut. Jadi tim kese-hatan bisa fokus menyisir tempat lain,” imbuhnya. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : RATNA IRTATIK