Ekonomi & Bisnis

Permintaan Emas di Tiongkok dan India Melonjak

ILUSTRASI emas Antam. (Frizal/Jawapos)

JAKARTA (BP) Penjualan ritel di Jepang jatuh pada kecepatan dua digit untuk bulan kedua berturut-turut pada Mei ketika pandemi Covid-19, dan tindakan pembatasan memberikan pukulan hebat terhadap keyakinan konsumen. Hal tersebut membuat permintaan emas fisik di Tiongkok dan India ikut melonjak pada pekan lalu, karena lonjakan infeksi virus korona membatasi pembelian.

Seperti diketahui, jumlah korban tewas dari kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai setengah juta orang. Para pengamat mengatakan, perkiraan untuk pemulihan ekonomi global selama sebulan terakhir memburuk atau paling tidak tetap sama.

Adapun logam mulia lainnya, seperti palladium melesat 1,3 persen menjadi USD 1.884,88 per ounce, sementara platinum naik 0,6 persen menjadi USD 796,07 per ounce dan perak bertambah 0,6 persen menjadi USD 17,85 per ounce.

Sementara, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada perdagangan awal pecan ini. Harga logam mulia pagi ini mengalami penurunan sebesar Rp 1.000 per gram menjadi Rp 911.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 912.000 per gram.

Dipilihnya emas oleh pelaku pasar termasuk investor karena ada kekhawatiran terhadap perlambatan pemulihan perekonomian. Hal ini mendorong mereka mencari aset investasi yang berisiko rendah seperti emas. (*)

Reporter : JP GROUP

Editor : SUPRIZAL TANJUNG