Home

Beralih Profesi Gara-gara Corona

Mengenal Game Streamer, Peluang Menambah Rupiah di Era Kiwari

F. ANGGUN FOR LOMBOK POST
Anggun saat berada di depan peralatan komputernya dan bersiap untuk live streaming.

Internet dan e-Sport. Dua perpaduan yang menghasilkan pekerjaan baru di era kiwari. Yakni streamer game. Fenomena ini ditangkap banyak anak muda. Terutama mereka yang datang dari generasi milenial. Salah satunya Anggun Dwi Lestari.

TEPAT pukul 11.00 waktu Bilbao, Spanyol, Anggun bersiap. Duduk di atas kursi gamingnya dengan paduan warna pink dan hitam. Tangannya kemudian memencet tombol, yang membuat dua layar di komputernya menyala.

“Mulai streaming jam segini. Kalau di Lombok mungkin jam empat sore ya,” kata Anggun, Minggu (28/6).

Anggun merupakan streamer baru. Aktivitas ini mulai dia lakukan saat Ramadan, Mei lalu. Imbas pandemi corona. Yang membuat kota yang ditinggalinya sekarang, Bilbao, harus melakukan lockdown.

Di Bilbao, Anggun bisa dibilang terdampar. Setelah sempat berkeliling di sejumlah negara di Eropa. Bersama kekasihnya. “Kebetulan pacarku dari Bilbao juga. Tapi, sudah putus.

Jadi sekarang aku putusin untuk tinggal dan kerja di sini. Ngajar les anak-anak,” ujarnya.
Perkenalannya dengan dunia streaming juga masih seumur jagung. Saat berada di Bilbao. Bermula dari Twitch. Situs layanan video streaming untuk para gamer.

“Sering nonton di Twitch. Banyak orang streaming di sana, dari seluruh dunia,” tutur perempuan 29 tahun ini.

Lockdown membuat aktivitas mengajarnya terhenti. Penghasilannya pun berkurang. Meski pemerintah Spanyol memberi jaminan hidup setiap bulan sebanyak Rp 10 juta, Anggun tak ingin mengandalkan itu.

Dia kemudian memutuskan untuk beralih profesi. Menekuni dunia game yang disenanginya. Tentu dengan cara streaming. Perempuan lulusan STIE Sahid di Bali ini, melihat ada peluang penghasilan dengan menjadi streamer game.

Mulailah dia membuat akun streaming di platform media sosial facebook. Namanya Afkpillow. Nyaris dua bulan berjalan, follower akunnya hampir menyentuh angka 3.000 pengikut.

“Siapa tahu bisa jadi streamer sukses kan ya,” kata Anggun lantas tersenyum.
Anggun tak setengah-setengah menjadi streamer game. Dia belajar secara otodidak. Melihat banyak tutorial di YouTube. Belajar program untuk streaming.

Peralatan tempur untuk streaming juga dilengkapinya. Anggun membeli kursi gaming, speaker, juga webcam. Juga membeli lampu agar pencahayaannya bisa maksimal saat streaming.

“Total habisnya itu sekitar Rp 25 juta. Belinya satu per satu, gak sekaligus gitu,” ujar Anggun.

Kata perempuan asal Lombok Timur ini, dia memilih untuk live streaming di facebook. Di sana, ada dukungan berupa star yang diberikan penonton kepada para streamer. Jumlahnya bervariasi. Dimulai dari minimal 10 star.

Star atau bintang yang diberikan kepada streamer, bisa diuangkan. Semakin banyak mendapat bintang, semakin banyak pula uang yang dihasilkan.

“Sudah ada yang kasih bintang. Jumlahnya belum ngitung, nanti saja kalau sudah banyak,” imbuhnya lalu tertawa.

Untuk menambah pemberian bintang, Anggun berusaha untuk konsisten melakukan streaming. Setidaknya empat jam dalam sehari. Cara ini juga diharapkan bisa menambah jumlah follower akun Afkpillow miliknya. (*/r3)

Reporter : WAHIDI AKBAR SIRINAWA
Editor : MOHAMMAD TAHANG