Nasional

Pengelolaan Waduk Diserahkan ke Swasta

BP Batam Kewalahan, Minim SDM

F. DALIL HARAHAP/BATAM POS
Tim terpadu membersihkan eceng gondok di Dam Duriangkang, Seibeduk, Kamis (28/11/2019). BP Batam akan menyerahkan pengelolaan air baku kepada pihak swasta untuk memudahkan pengelolaan dan perawatan waduk.

BATAM (BP) – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menyerahkan pengelolaan air baku kepada pihak swasta. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengelolaan dan memaksimalkan perawatan waduk yang saat ini menjadi sumber air bersih masyarakat.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, perawatan waduk harus berjalan dengan baik agar berdampak terhadap produksi air baku. Menurutnya, permasalahan saat ini adalah banyaknya eceng gondok yang berada di waduk.

”Kami sudah coba bersihkan eceng gondok ini. Bahkan sudah menambah alat jenis amphibi long arm untuk bisa mengeruk dan mengangkat eceng gondok dari waduk,” kata Rudi, Rabu (1/7).

Namum demikian, menurutnya diperlukan usaha yang lebih baik lagi. SDM BP Batam yang ada saat ini tidak sanggup. Untuk itu, agar ketersediaan air baku bisa terjaga, pihaknya akan mennggunakan pihak swasta dalam pengelolaan sembilan waduk yang ada saat ini.

”Nanti akan kami lelang. Mungkin November mendatang kita sudah mulai prosesnya. Kami berharap pemenang lelang nanti bisa bertugas dengan baik dan menuntaskan persoalan yang ada di waduk saat ini, sebab perawatan itu tidak mudah,” terangnya.

Rudi menambahkan, jika waduk dalam kondisi baik tentu akan mempengaruhi air baku guna mencukupi kebutuhan masyarakat. Rencana ini akan direalisasikan usai berakhirnya kerja sama dengan PT ATB atau 13 November 2020 mendatang.

Sementara untuk pendistrubusian air bersih ke rumah pelanggan tetap dikelola BP Batam melalui Badan Layanan Usaha (BLU). Ia memastikan tidak ada gangguan pelayanan air bersih, meskipun tidak dikelola oleh ATB. Untuk itu akan ada evaluasi agar kinerja semua karyawan yang akan mengurusi air bersih ini bisa berjalan baik.

”Semua masih berjalan prosesnya, termasuk penghitungan aset hingga menyerap teknologi pengelolaan air bersih, termasuk karyawan yang ada di bawah ATB diberikan kesempatan untuk bergabung dengan BLU nantinya,” sebutnya.

Di sisa masa konsesi yang akan berakhir dalam kurun waktu lima bulan ke depan, BP Batam dan ATB sudah melakukan berbagai langkah strategis, agar tidak ada kendala ketika konsesi berakhir nantinya.

Rudi menambahkan, saat ini, pihaknya terus berupaya memaksimalkan layanan air bersih, dengan melakukan teknologi modifikasi cuaca yang ditargetkan bisa mengisi kedangkalan air di waduk. Proses modifikasi cuaca ini akan berakhir 11 Juli nanti. Selama satu bulan, target penambahan air sudah jauh dari yang diharapkan.

”Target saya 10 sentimeter, namun informasi terakhir ketinggian air sudah bertambah hingga 35 sentimeter. Artinya teknik ini cukup berhasil mengisi air dam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudi yang juga Wali Kota Batam ini, menyampaikan, baik BP Batam atau ATB akan berusaha maksimal terhadap pelayanan hingga berakhirnya konsesi November mendatang. Masyarakat tidak perlu khawatir tentang pasokan air bersih meskipun konsesi berakhir. ”Tentu kami akan berupaya sebaik mungkin agar layanan air bersih tidak terganggu,” tutup Rudi. (***)

Reporter : YULITAVIA
Editor : MOHAMMAD TAHANG