Metropolis

Pikul Tanggung Jawab Moral

ATB Pastikan Air yang Dikonsumsi Masyarakat Sehat & Aman

F. CECEP MULYANA/BATAM POS
Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto (dua kiri) didampingi Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jakobus, memberikan cendera mata kepada Pemimpin Redaksi Batam Pos, M Iqbal yang berkunjung ke kantor ATB bersama jajaran manajer Batam Pos, Rabu (1/7).

BATAM KOTA (BP) – PT ATB sudah memberikan pelaya-nan air bersih selama 25 tahun. Saat ini, total pelanggan ATB sebanyak 290 ribu, dengan kontinuitas layanan mencapai 23,7 jam setiap harinya. Sementara, tingkat kebocoran hanya 14 persen per tahunnya.
Saat ini, pipa-pipa ATB sepanjang 4.321 kilometer, sudah menjangkau rumah-rumah yang ada di Batam. Dalam 4 tahun terakhir, ATB menerima sebanyak 27 penghargaan.

”Kami tak memikirkan keuntungan semata. Karena, kami memiliki tanggung jawab moral,” kata Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto, memaparkan hasil kinerja korporasi di hadapan jajaran manajer dan Pemimpin Redaksi Batam Pos yang bertandang ke kantor ATB di Sukajadi, Rabu (1/7).

Ia menjelaskan, tanggung jawab moral yang disandang ATB yakni memastikan air yang dikonsumsi masyarakat sehat, bersih dan aman.

Benny mengatakan, tanggung jawab ini tidak hanya kepada manusia saja, tapi juga kepada Sang Pencipta. ”Kami untung karena kemajuan teknologi, bukan curi-curi (curang). Kami selalu memastikan air yang dialirkan ke masyarakat benar-benar aman. Tidak memberikan efek jangka pendek maupun jangka panjang,” tuturnya.

Kini, di penghujung kontrak konsesi pengelolaan air antara ATB dengan BP Batam, Benny menyebut jajaranya tetap bekerja secara profesional. Air bersih tetap harus terus mengalir ke rumah-rumah warga.

Benny mengatakan, ke depannya, siapapun pengelola air bersih di Batam, akan memiliki tantangan cukup berat dan besar. Hal ini disebabkan cadangan air baku di beberapa waduk, sudah mulai menipis. Sehingga dibutuhkan tempat-tempat baru yang memiliki cadangan air baku.

Terkait solusi ke depan, Benny mengaku memiliki beberapa opsi agar cadangan air baku di Batam tetap terjaga. Sehingga, masyarakat terus menikmati pasokan air bersih. Benny mengatakan, ke depan harus memikirkan bagaimana air hujan yang turun, tidak langsung mengalir ke laut.

Salah satunya, membuat embung atau daerah-daerah resapan air. Salah satu langkah yang bisa diambil, yakni koneksi Batam ke Bintan. Karena, Pulau Bintan masih memiliki lahan yang luas untuk pembuatan waduk.

”Juga penghematan. Industri misalnya, melakukan recycle, reuse, reduce,” ungkapnya.
Terkait penghematan, Benny mengatakan, bukan tentang seberapa mampu konsumen membayar. Tapi harus memikirkan bagaiman caranya menghemat penggunaan air.

”Terkait penghematan ini sebelum pandemi kami gencar-gencarnya melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ucapnya.

Selain pasokan air yang terus menipis, laju pertambahan penduduk Batam juga terus bertambah setiap tahunnya. Tentunya, konsumsi air bersih juga akan meningkat. Solusi efektif dibutuhkan agar pasokan air selalu lancar ke masyarakat.

Pada pertemuan ini, Pemred Batam Pos, M Iqbal menyampaikan bahwa kinerja ATB sangat baik jika dibandingkan dengan pengelolaan air di beberapa daerah lain di Indonesia. Pasokan air di Batam, termasuk sangat lancar dan terbilang murah. Iqbal mengakui, sulit mencari pengganti sekelas ATB. ”Apa yang sudah diperbuat ATB selama ini di Batam, sangat luar biasa,” ungkapnya.

Sebagai warga Batam, ia cukup khawatir apabila bukan ATB lagi yang mengelola air bersih di Batam. Apakah layanan dan suplai air yang diberikan ke masyarakat akan sebanding dengan layanan dari ATB. ”Seperti slogan ATB, memang tidak terganti,” ujarnya.

Iqbal berharap, apapun peran ATB ke depan, kredebilitas tersebut harus terjaga. ”ATB perusahaan yang sangat penting dan krusial. Peran ATB sangat signifikan sebagai distributor air bersih,” pungkasnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA
Editor : RATNA IRTATIK