Sport

Kalahkan Adnan/Mychelle, Praveen/Melati Lolos Ke Final

Mola TV PBSI Home Tournament

F. PP PBSI untuk Batam Pos
Psangan Praveen/Melati melaju ke babak final Mola TV PBSI Home Tournament usai mengalahkan Adnan/Mychelle dua set 21-17, 21-17.

batampos.id – Satu slot final Mola TV PBSI Home Tournament menjadi milik Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Pasangan ganda campuran nomor wahid Indonesia ini melaju ke final usai menundukkan pasangan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso dalam dua game 21-17, 21-17.

Walau kalah, Adnan/Mychelle berhasil memberikan perlawanan yang baik melawan juara All England 2020 itu. Mereka mampu unggul saat interval dengan skor 11-8. Serangan dan defense Adnan/Mychelle terlihat sangat solid.

Mychelle yang berada di depan, memiliki placing-placing yang unik. Apalagi, pemain kidal berusia 22 tahun itu berani adu netting melawan Melati. Sadar bahwa bermain cepat tidak akan bisa menembus pertahanan lawan, Praveen/Melati memilih untuk sabar dan mengajak Adnan/Mychelle dalam pola reli-reli panjang.

Hal inilah yang kemudian memaksa Adnan/Mychelle banyak melakukan kesalahan sendiri. Setelah angka 15, Praveen/Melati berbalik memegang kendali penuh permainan dan melaju memimpin di depan. Pasangan nomor empat dunia itu lantas mengambil game pertama dengan skor 21-17.

Saat game kedua, Adnan/Mychelle juga sempat memimpin dengan skor 8-6. Namun, sama seperti yang terjadi pada game pertama, Praveen/Melati berbalik unggul dalam posisi krusial yakni 16-14. Backhand silang Praveen, mengakhiri perlawanan ganda nomor 33 dunia itu dengan skor 21-17.

“Kami cukup tahu bahwa Adnan/Mychelle adalah pasangan junior yang bisa nembus papan atas. Pola main mereka menarik dan bagus. Cowoknya juga bagus dan cepat,” kata Praveen setelah pertandingan dalam wawancara pinggir lapangan dengan Mola TV.

“Itulah yang bikin kami ketinggalan di awal. Pada pertengahan, kami bisa antisipasi, kami bisa mengajar mereka ke pola main kami,” imbuh Praveen.

Sama seperti partnernya, Melati juga tidak terkejut karena Adnan/Mychelle bisa mengimbangi mereka di awal. “Namun mereka kalah pengalaman. Pada poin kritis, mereka banyak mati sendiri,” ulas Melati.

Menurut Praveen, pola permainan dan kondisi fisik mereka belum berbalik ke posisi normal. Namun, kondisinya tidak berjarak jauh pada saat pertandingan resmi di level internasional. “Kalau turnamen ya tunggal nambah latihan individual dan partner sedikit lagi,” ucap Praveen.

Pada partai final, Praveen/Melati akan berhadapan dengan Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow. (*)

Reporter: JPGROUP
Editor: RYAN AGUNG