Kepri

Laba Rp1,5 M, Disetor ke Kas Daerah Rp500 Juta

DPRD Tanjungpinang Minta BPR Bestari Disetorkan Rp 1 Miliar ke Kas Daerah

Ade Angga
f.Peri/Batam Pos

TANJUNGPINANG (BP)- DPRD Tanjungpinang meminta
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bestari segera setorkanRp 1 miliar hasil laba 2019 ke kas daerah yang merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tanjungpinang.

Permintaan itu berdasarkan temuan Badan Pemeriksaan
Keuangan (BPK) pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Tanjungpinang
tahun 2019 dimana BPR ada laba sekitar Rp,15 Miliar.

Seharusnya yang disetorkan BPR Bestari ke kas daerah Rp
1,5 miliar, namun yang disetorkan hanya Rp 500 juta.

Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga mengatakan
temuan dana Rp 1 miliar itu akan digunakan untuk
pernyataan modal oleh pihak BPR Bestari, namun untuk itu
ada mekanisme tersendiri melalui Peraturan Menteri Dalam
Negeri (Permendagri) dan Peraturan Daerah (Perda).

“Dalam Perda juga mesti ada persetujuan DPRD, tidak boleh
langsung dimasukkan ke modal,” kata Ade, Jumat (3/7).

Dikatakan Ade seharusnya dana Rp 1 miliar itu bisa
dinikmati warga Tanjungpinang, tidak boleh diambil
walaupun melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
harusnya masuk ke kas daerah.

“Makanya tadi kami meminta BPR Bestari untuk
memasukkan dana Rp 1 miliar itu ke kas daerah
kembali,”ujar Ade.

Saat diminta untuk dikembalikan ke kas daerah, kata Ade,
Direktur BPR Bestari keberatan karena tindakan yang
dilakukan sudah diakui untuk modal oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK), namun menurutnya OJK tidak tahu sumber
dan prosedur pernyataan modalnya seperti apa.

“Kami secara tegas meminta dan akan menyurati secara
resmi agar segera disetorkan,”tegasnya.

Kata Ade pihaknya sudah mengingatkan bahwa tindakan itu ada ancaman, jika tidak diserahkan itu bisa menjadi temuan berulang-ulang oleh BPK. (*)

Reporter : Peri Irawan
Editor: Tunggul Manurung