Politika

Petinggi Gerindra Anggap Marahnya Jokowi Bukan Ancaman

Sufmi Dasco Ahmad. F.JP Group

JAKARTA (BP) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluapkan kemarahannya kepada jajaran menterinya. Mantan wali kota Solo itu bahkan mengancam akan melakukan perombakan atau reshuffle kabinet, karena upaya penanganan Covid-19 masih jauh dari ekspestasi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan yang dilakukan Presiden Jokowi bukanlah mengancam. Melainkan, sikap ketegasan dari seorang kepala negara terhadap anak buahnya.

“Jadi sebenarnya Pak Presiden itu bukan ancam mengancam. Karena reshuffle itu tergantung hak prerogatif Presiden setelah Pak Presiden mengevaluasi kinerja para menteri,” ujar Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (3/7).

Dasco menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang menginginkan para pembantunya bekerja semaksimal mungkin dalam penanganan Covid-19 atau virus Korona di dalam negeri.

“Saya lihat Pak Presiden Jokowi lebih pada bersikap tegas dan ingin dana Covid-19 bisa s‎egera tersalurkan dan memenuhi tepat sasaran. Sikap tegas yang diajukan Presiden patut kita apresiasi,” katanya.

Mengenai ada dua menteri‎ dari Gerindra yang menjabat di pemerintahan Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan dan Edhy Prabowo yang menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan.‎ Dasco mengatakan dua menteri dari Gerindra tersebut sudah bekerja maksimal.

Jikalau adanya reshuffle kabinet. Maka diserahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. Hal itu lantaran Presiden Jokowi memiliki penilaian tersendiri terhadap kinerja para anak buahnya.

“Gerindra sendiri merasa menteri kami yang di kabinet sudah melakukan kerja maksimal. Tapi tergantung evaluasi Pak Presiden,” ungkapnya.

Diketahui, video kemarahan Presiden Jokowi terhadap jajaran menterinya diunggah pada 28 Juni lalu. Video tersebut baru diunggah 10 hari setelah pidato itu dilakukan Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020.

Dalam video berdurasi 10 menit itu, Jokowi menegur keras jajaran menterinya yang ia sebut belum satu perasaan, terhadap adanya sense of crisis di Indonesia akibat Covid-19.

Jokowi berujar tidak ada progres signifikan yang dibuat para menterinya dalam menanggulangi pandemi ini. Bahkan, Jokowi mengancam akan membubarkan lembaga atau mereshuffle atau perombakan kabinetnya jika diperlukan. (*)
Reporter: JP GROUP
Editor: JAMIL QASIM