Metropolis

Jangan Beratkan Wali Murid dengan Seragam Sekolah

BATAM (BP) – Ketua Komisi IV DPRD Batam, Ides Madri, meminta seluruh sekolah tingkat SD hingga SMP di Batam melaksanakan imbauan Wali Kota Batam yang tidak mewajibkan siswa baru menggunakan seragam sekolah pada tahun ajaran baru mendatang. Imbauan itu dikeluarkan karena adanya pandemi Covid-19 yang berimbas terhadap kondisi perekonomian masyarakat.

”Jadi kita tetap komitmen supaya ada rasa prihatin kepada masyarakat, khususnya untuk orangtua murid. Jadi, sekolah tidak boleh memaksa orangtua murid untuk menyiapkan seragam sekolah,” ujar Ides, Jumat (3/7).

Ia menegaskan, Komisi IV DPRD Batam tetap melakukan pengawasan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Batam agar pihak Disdik juga melakukan pengawasan ke seluruh sekolah untuk menjalankan imbauan tersebut.

”Intinya kita harus memperhatikan masyarakat yang sekarang itu sangat susah. Untuk makan saja susah, jadi tolong jangan diberatkan lagi,” katanya.

Ia menambahkan, pihak Disdik Batam juga harus menindaklanjuti imbauan dari Wali Kota Batam dalam bentuk surat edaran. Apabila masih banyak sekolah yang mewajibkan menggunakan seragam baru, berarti imbauan dari wali kota itu saja tidak cukup.

”Kita mohon bantuan ke masyarakat, kalau ada pihak sekolah yang memaksakan kehendaknya harus pakai seragam dan lainnya, tolong sampaikan ke kita juga, supaya kita bisa langsung menanggapinya,” tegasnya.

Tak Mampu, Tak Wajib Pakai
Dinas Pendidikan (Disdik) Batam melalui masing-masing sekolah mengeluarkan tata tertib terkait kewajiban siswa dalam menjalani tahun ajaran baru, pertengahan Juli mendatang.
Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, tata tertib tersebut sudah menjadi agenda tahunan sebagai panduan peserta didik baru yang akan memasuki masa sekolah nantinya.

Menurutnya, tata tertib berisi kewajiban peserta didik selama berada di sekolah. Seperti, seragam sekolah yang harus digunakan selama bersekolah, kelengkapan lain seperti jilbab, tali pinggang, dasi, hingga sepatu.

”Itu panduan saja. Jadi, me-ngenai seragam kalau orangtua mampu dan sanggup untuk membeli seragam, silakan saja, begitu juga yang tidak mampu, diperbolehkan tidak menge-nakan seragam baru,” kata dia, Jumat (3/7).

Hendri menyebutkan, karena masa pandemi Covid-19, sekolah diminta tidak mewajibkan orangtua siswa untuk membeli seragam baru. Hal ini diharapkan bisa meringankan beban orangtua hingga perekonomian kembali normal.

”Pak Wali kan ada rencana mau kasih seragam juga nanti. Informasinya nanti akan menggunakan bantuan dari perusahaan berupa CSR (Corporate Social Responsibility/Bantuan Sosial Perusahaan, red),” sebutnya.

Untuk itu, orangtua jangan merasa terbebani dengan tata tertib yang dikeluarkan pihak sekolah. Hendri mengungkapkan, berbagai kebijakan akan diambil agar bisa membantu orangtua menghadapi tahun ajaran baru ini. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah, Yulitavia
Editor : Andriani Susilawati

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Dewi (dua dari kanan), warga Tanjungpiayu, mencari seragam sekolah untuk anaknya di Jodoh, Jumat (3/7). Sekolah diminta tidak mengharuskan siswanya membeli seragam jika memang tak mampu.