Total Football

Kembalikan Coutinho Ke Barca, The Allianz Rekrut Sane

F. Dailymail.co.uk
Leroy Sane saat menandatangani kontrak bersama The Allianz, Jumat (3/7) WIB.

batampos.id – Nomor punggung 10 adalah nomor yang legendaris di Bayern Muenchen. Uli Hoeness, Stefan Effenberg, Mehmet Scholl, Lothar Matthaeus, Roy Makaay, dan Arjen Robben pernah memakai nomor punggung tersebut. Hanya musim ini kesaktian nomor punggung 10 tak bisa ditunjukkan gelandang Philippe Coutinho.

Musim depan, tantangan itu akan ada di punggung Leroy Sane. Ya, Sane-lah yang musim depan mengenakan jersey Bayern bernomor punggung 10 setelah resmi direkrut seharga EUR 49 juta (Rp 800,4 miliar) dari Manchester City. Bayern mengontrak Sane dengan durasi lima musim ke depan.

’’Bayern klub besar yang berambisi besar pula. Mereka cocok denganku. Aku tak sabar menjalani tantangan baru dan berlatih bersama tim,’’ sebut Sane, dalam laman resmi klub. Tetapi dalam perkenalannya yang sempat didahului pihak City kemarin, tak diperlihatkan jersey nomor punggung 10 dengan nama Sane di atasnya.

Itu yang memunculkan spekulasi Cou takkan bertahan di Saebener Strasse, kamp latihan Bayern, musim depan. Laporan media-media Jerman menyebut Cou masih membahas kelanjutan masa depannya bersama CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge dan Direktur Olahraga Hasan Salihamidzic.

Bild hanya menyebut perpanjangan kontrak Cou sampai Liga Champions musim ini usai. Sementara, masa peminjamannya dari Barcelona disebut-sebut takkan berlanjut di musim depan. ’’Kami masih menghargai Coutinho sebagai pemilik nomor punggung 10 dalam sisa musim ini. Termasuk di final DFB-Pokal dan Liga Champions,’’ tulis Bayern dalam pernyataan resminya.

Yang paling sumringah di balik datangnya Sane ke tanah Bavaria kali ini tentu saja sang sosok otak transfer Bayern, Salihamidzic. Maklum, hampir separo dari durasi kerjanya sebagai Direktur Olahraga Bayern sudah dia habiskan untuk memburu pemain alumnus akademi Schalke 04 itu.

Laman Spox menyebut Brazzo, sapaan akrab Salihamidzic, sudah melakukan pendekatan dengan City untuk Sane pada awal 2019 silam. Salihamidzic menduduki kursi Direktur Olahraga sejak musim panas 2017. Begitu teguhnya keinginan Salihamidzic mendatangkan Sane, dia tidak mengalihkan pandangan ketika Sane mengalami cedera lutut pada musim panas 2019 lalu.

Peminjaman Cou dan Ivan Perisic disebut-sebut sebagai upaya memberi jalan untuk Sane balik ke tanah Jerman bersama Bayern. Kebijakan transfer musim panas 2019 hanya untuk posisi selain gelandang. Begitu pula saat upayanya musim dingin lalu. Brazzo lebih memilih menunggu Sane pulih dari cedera. ’’Selamat untuk Brazzo yang telah menuntaskannya,’’ kata Kalle, sapaan akrab Rummenigge.

Keberhasilan mendatangkan Sane ini jadi rapor bagus Brazzo selama jadi otak transfer di Bayern. Salah satu prestasinya adalah mendatangkan pemain berharga murah tetapi bisa menjadi kekuatan Bayern di tangan Hansi Flick musim ini. Sebut saja dengan transfer Serge Gnabry yang bernilai hanya EUR 8 juta (Rp 130,8 miliar) dari Werder Bremen pada musim panas 2017.

Atau, pembelian Alphonse Davies dari klub Kanada Vancouver Whitecaps seharga EUR 10 juta (Rp 163,5 miliar). Dengan Sane, keduanya itu digadang-gadang jadi bak mesin jet Bayern. ’’Aku tahu, dia akan mempertajam serangan kami,’’ klaim Brazzo. Sukses ini juga jadi prestasi Brazzo sebelum musim depan masuk dalam Dewan Direksi Bayern. Spesialnya, otak transfer klub tetap jadi tugasnya. (ren/*)

Reporter: JPGROUP

Editor: RYAN AGUNG