Total Football

Libur Lagi sampai 31 Juli

Persik Kediri Belum Pastikan Jadwal Latihan

F. Goal.com
Pemain Persik Kediri saat menjalani laga Liga 1 beberapa waktu lalu.

batampos.id – PSSI memang sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang kelanjutan kompetisi Liga 1 2020. Namun, dalam SK nomor SKEP/53/VI/2020 itu belum mencamtumkan jadwal kickoff. Jadwal yang belum pasti itulah yang membuat manajemen Macan Putih memperpanjang libur pemain dan pelatih.

Media Officer Persik Kediri Anwar Bahar Basalamah mengatakan, libur pemain dan pelatih sudah habis pada 30 Juni lalu. Karena belum ada kepastian kickoff kelanjutan kompetisi, manajemen menambah libur sampai 31 Juli 2020. “Kami tambah libur lagi untuk tim pelatih dan pemain,” kata Basalamah.

Dengan kebijakan baru tersebut, itu berarti penggawa Persik diliburkan satu bulan. Meski demikian, kebijakan libur bisa berubah sewaktu-waktu menyesuaikan regulasi dari federasi. “Kami menunggu dari PSSI. Kalau ada kebijakan baru, libur bisa berubah,” ungkapnya.

Sama seperti libur-libur sebelumnya, kata Basalamah, pemain tetap bisa berlatih mandiri di rumah mereka masing-masing. Tim pelatih akan memberikan program latihan. “Sebagai pemain profesional, mereka berlatih mandiri,” kata Basalamah.

Sejauh ini, pemain sudah terbiasa berlatih sendiri selama pandemi corona. Bahkan, pemain asli Kediri memilih berlatih bersama. Mereka beberapa kali latihan di Lapangan Katang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Sebelumnya, Persik sudah mengambil sikap soal keputusan PSSI melanjutkan kompetisi pada Oktober nanti. Mereka menghargai keputusan induk organisasi sepak bola tanah air itu. Meski demikian, Persik memberikan banyak catatan.

Yang pertama, mereka meminta kejelasan soal hak komersial klub yang diterima klub-klub Liga 1. Persik sudah mengusulkan nominalnya sebesar Rp 1,2 sampai Rp 1,5 miliar.

Selain itu, sampai kemarin, prosesur tetap (protap) protokol kesehatan kompetisi di tengah pandemi Covid-19 juga belum turun. Menurut Basalamah, hal itu penting dilakukan. Jangan sampai kelanjutan liga menjadi klaster baru kasus virus korona di Indonesia.

Reporter: JPGROUP
Editor: RYAN AGUNG