Sport

Persiapan PON Papua Telah Habiskan Dana Rp 3,8 T

F. Riana Setiawan/Jawa Pos
Venue atletik di Mimika Sport Complex (MSC), Timika, sudah rampung 100 persen. Stadion berstandar internasional itu dibangun oleh PT Freeport Indonesia di atas tanah Pemkab Mimika.

batampos.id – Lebih dari Rp 3,8 triliun dana APBD digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi Papua sebagai persiapan menggelar Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2020. Peruntukannya sudah pasti, yakni membangun dan merenovasi venue yang akan digunakan dalam ajang multievent olahraga terbesar se-Indonesia ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Alexander Kapisa mengatakan anggaran tersebut terbagi ke dalam empat periode tahun anggaran. Yakni pada Rp 228,6 miliar (2016), Rp 447,2 miliar (2017), Rp 879,3 miliar (2018), serta Rp 2,2 triliun pada 2019.

“Venue yang dibangun dengan APBD Papua sebesar Rp 3,8 triliun,” ungkap Alex Kapisa dalam keterangan resmi.

Tak cuma itu, Pemprov Papua juga telah menganggarkan biaya penyelenggaraan PON sebesar Rp 2 triliun dalam APBD 2020.

Progres pembangunan venue PON sampai saat ini dijelaskan Alex sudah mencapai 95 persen. “Ada empat arena olahraga yang dibangun. Yakni Istora Papua Bangkit, venue akuatik, serta arena kriket, dan lapangan hoki (indoor dan outdoor),” terangnya.

Adapun biaya pembangunan venue akuatik menggunakan APBN tahun jamak 2018-2020 sebesar Rp 401 miliar. Area ini akan dilengkapi fasilitas yang sesuai dengan Federasi Renang Internasional (FINA), seperti tata lampu berstandar field of play, alat penghitung waktu pertandingan, dan tata suara.

Untuk membangun Istora Papua Bangkit, anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 257,5 miliar. Sedangkan untuk arena kriket dan lapangan hoki menyerap dana mencapai Rp 277 miliar.

Pemerintah juga telah mengucurkan dana APBN sebesar Rp 2,3 triliun untuk mendukung proses pembangunan venue PON Papua yang akan digelar 2 sampai 13 Oktober tahun depan itu. (*)

Reporter: JPGROUP
Editor: RYAN AGUNG