Home

RSBK Disiapkan sebagai Destinasi Wisata Baru, Rumah Sakit Pengobatan Tradisional

ilustrasi (unsplash)

SOLO (BP) – Rumah Sakit Umum Daerah Bung Karno (RSBK) Semanggi, Solo, disiapkan sebagai pusat pengobatan tradisional.

RS tersebut akan disulap menjadi destinasi wisata medis.

Hal itu disampaikan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo saat menemani Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam kunjungan ke RSBK (3/7/2020).

Dia menegaskan, pengembangan pusat pengobatan tradisional itu mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kemenkes siap mengerahkan sumber daya manusia hingga memberikan pendampingan selama pelaksanaan.

’’RSUD jadi pusat pengobatan tradisional itu artinya ya herbal. Jadi akan dibalik. Yang tradisional itu yang back up adalah yang modern. Kalau sekarang kan modern yang mem-back up tradisional,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo. Rudy –sapaan wali kota– menambahkan, pengembangan RS tradisional akan menggunakan bahan baku herbal dari Tawangmangu, Karanganyar. Wali kota juga berencana menggunakan lahan di belakang RSBK sebagai tempat bercocok tanam tanaman herbal.

’’Kalau rumah sakit pusat pengobatan tradisional ini bisa berkembang, usia orang Indonesia bisa lebih dari 80 tahun. Tidak ada HD (hemodialisis, Red) karena nggak ada yang ginjalnya rusak,” katanya

Terawan mengungkapkan, pengobatan tradisional merupakan kearifan lokal yang harus ditonjolkan. Dia percaya bahwa pengobatan tradisional bisa mendunia. Bahkan bisa menjadi medical tourism.

’’Siapa tahu riset-riset ini bisa untuk penanganan Covid-19 dan sebagainya. Di situlah kita mau memodernisasi pengobatan tradisional ini menjadi ikon yang baik. Ada tempat untuk pelayanan dan pengembangan riset serta teknologi,” jabarnya.

Setelah dari RSBK Semanggi, rombongan Menkes mengunjungi Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru. Di sana Terawan memberikan santunan kepada keluarga tenaga kesehatan (nakes) yang gugur saat bertugas menangani pasien Covid-19. Setiap keluarga almarhum mendapatkan santunan Rp 300 juta dan piagam penghargaan.

Terawan mengungkapkan, santunan itu diberikan atas perintah Presiden Joko Widodo. ’’Saya berharap para nakes tetap semangat menjaga kesehatan. Protokol kesehatan harus dijalankan,” ujarnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan nakes yang meninggal. ’’Semoga santunan ini bermanfaat bagi ahli waris,” tuturnya.

Direktur Utama Dr Oen Solo Baru Ivan Oetomo mengucapkan belasungkawa setinggi-tingginya kepada nakes yang gugur menangani pasien Covid-19. ’’Kami juga berterima kasih kepada pemerintah atas perhatiannya,” ujar Ivan. (*)