Metropolis

Anak Tidak Lolos PPDB, Orangtua Tunggu Kebijakan Disdik

SEKUPANG (BP) – Ratusan orangtua calon peserta didik masih menunggu keputusan terkait pengajuan pengaduan yang mereka ajukan pasca tidak mendapatkan sekolah saat PPDB dibuka, beberapa waktu lalu.

Nurhayati, orangtua siswa yang turut mengadukan nasibnya ke Dinas Pendidikan (Disdik) mengaku, mulai khawatir karena hingga saat ini belum ada informasi dan kejelasan terkait nasib anaknya.

”Anak saya mendaftar di SMPN 3 dan SMPN 57 Batam, namun tidak diterima di dua sekolah tersebut,” kata perempuan yang tinggal di rumah liar dekat kantor Indosat, Sekupang ini, Minggu (5/7).

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum mendapatkan informasi dari Disdik terkait nasib anaknya. Padahal, sudah meninggalkan nomor telepon di formulir tersebut. Ia bersama ratusan orangtua lainnya masih cemas karena tak kunjung diberikan solusi. Ia khawatir anaknya tidak mendapatkan sekolah.

”Kalau ke swasta juga mahal, saya tidak sanggup. Jadi saya mau tahu bagaimana nasib anak saya. Mau sekolah dimana dia nanti,” kata perempuan yang sehari-hari berjualan keripik ini.

Ia mengaku, sudah mengisi formulir pengaduan yang disediakan petugas Disdik. Namun begitu, ia masih menunggu jawaban terkait nasib anaknya. Teman-teman anaknya sudah berhasil lolos seleksi sedangkan anaknya belum, padahal masih tinggal di perumahan yang sama.

”Katanya kemarin selesai dulu daftar ulang yang siswa sudah lolos, namun sampai hari ini belum ada juga informasi,” ungkapnya.

Menanggapi aduan orangtua siswa ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, mengatakan, sudah menerima laporan terkait hal ini. Pengaduan yang masuk saat ini masih diverifikasi dan mencari tahu kenapa siswa tidak lolos seleksi.

”Kami lagi buka data, apakah memang jaraknya yang tak masuk atau ada kesalahan lain. Kalau untuk zonasi memang yang terdekat yang akan lolos. Itu secara sistematis berdasarkan peta lokasi yang dilampirkan orangtua,” jelasnya.

Mengenai solusi dari anak yang tidak tertampung, Hendri menyebutkan, pertama anak bisa melanjutkan ke sekolah swasta. Hal ini karena daya tampung sekolah negeri terbatas. Kedua, setelah menampung semua aduan orangtua, pihaknya akan melaporkan kepada wali kota terkait langkah atau solusi yang diambil.

”Nanti Pak Wali yang putuskan nasib siswa yang tak tertampung ini seperti apa solusinya,” sebut Hendri.

Untuk itu, orangtua diminta bersabar hingga ada keputusan terkait anak-anak ini. Lanjutnya, persoalan daya tampung selalu menjadi maslaah hingga saat ini. Kendati demikian, pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin mencarikan solusi untuk calon peserta didik ini. (*)

Reporter: Yulitavia
Editor : Andriani Susilawati

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
SEJUMLAH orangtua calon siswa mendatangi SMPN 42 Batam di Batam Center untuk mempertanyakan anaknya yang tidak diterima di sekolah tersebut, Selasa (30/6) lalu.