Metropolis

Guskamla Imbau Kapal Segera Angkat Jangkar, Penertiban Kabel Laut dan Pipa Gas juga tak Luput

Aktivitas kapal lego jangkar di Pelabuhan Batuampar. F Iman Wachyudi/ f batampos.id

BATAM (BP) – Komandan Guskamla Koarmada I Laksma TNI Yayan Sofiyan mengungkapkan, kebijakan pemerintah melalui Kemenhub yang menetapkan hanya tiga titik area lego jangkar di Kepri akan mendukung, serta memperkuat pengawasan dan pengamanan dalam bidang kerja mereka sebagai tim gugus keamanan laut.

“Untuk kapal-kapal yang masih melakukan aktivitas labuh atau lego jangkar di luar tiga area yang sudah ditetapkan, masih kami berikan kesempatan sembari kami berikan sosialisasi ke mereka, segera angkat jangkar. Lakukan lego jangkar di titik area yang sudah ditetapkan. Kami masih berikan kesempatan. Kalau kami laksanakan penertiban, tindakan langsung serta penarikan kapal, mereka akan kaget,” ujar Laskma Yayan, Senin (6/7/2020).

Dia mengungkapkan, dalam satu-dua hari ke depan, pihak Guskamla akan melakukan broad cast atau sosialisasi ke kapal-kapal di Kepri.

“Nantinya, selesai sosialisasi peraturan baru Menhub terkait penetapan tiga area lokasi lego jangkar di Kepri, tapi masih ada kapal-kapal yang membandel atau sembunyi-sembunyi lego jangkar di luar tiga area yang ditetapkan, kami akan lakukan penertiban penarikan kapal dan tindakan lainnya,” terang Laskma Yayan.

Ke depan, lanjutnya, dari Kementerian Kemaritiman akan melaksanakan penertiban kabel laut dan pipa gas bawah laut yang sangat beresistensi terhadap keselamatan berlayar.

Untuk tiga area lego jangkar yang ditetapkan, ditegaskan Laksma Yayan sangat representatif untuk kapal berbadan besar melakukan lego jangkar dan ship to ship.

Sementara dari pihak kepelabuhanan BP Batam, Nelson Idris, berharap adanya penetapan tiga area lego jangkar Di Kepri oleh Menhub, serta penertiban yang dilakukan Guskamla, bisa menjadi peluang BP Batam untuk bisa menerapkan atau menambah pemasukan di BP Batam.

“Selama ini banyak kapal-kapal di Batam yang lego jangkar tapi tidak pada tempatnya. Sehingga sulit untuk dikontrol. Sulitnya dikontrol, maka kita tidak bisa mendeteksi kapal mana yang sudah terdaftar di kami BP Batam, dan kapal mana saja yang belum terdaftar,” ujar Nelson.

Akibatnya, lanjut Nelson, kapal yang sulit dideteksi itulah yang merupakan loss potensi atau potensi kerugian penghasilan untuk BP Batam.

“Dengan aturan baru dan penetapan tiga area lego jangkar di Kepri, serta penertiban oleh aparat keamanan di laut seperti Guskamla, kami berharap akan dapat mendongkrak pemasukan BP Batam atau daerah,” ujarnya mengakhiri. (*)

Berita Terkait:

Reporter: Galih Adi Saputro
Editor: Chahaya Simanjuntak