Nasional

John Kei Minta Perlindungan Hukum ke Presiden Jokowi dan Kapolri

Polisi membawa salah satu tersangka kejahatan John Kei saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6). F:Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JAKARTA (BP) – John Kei melalui kuasa hukumnya Anton Sudanto akan meminta perlindungan hukum kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Hal ini menyusul penetapan tersangka atas dugaan sebagai otak penyerangan kepada kelompok Nus Kei.

“Kami akan meminta perlindungan hukum,” ujar Anton saat dikonfirmasi, Senin (6/7).

Dia menuturkan, surat permohonan tersebut rencananya akan dikirim oleh tim kuasa hukum siang ini. Keputusan ini diambil karena John Kei merasa tidak mengetahui rencana pembunuhan kepada Nus Kei dan kelompoknya.

“Klien kami tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang terjadi. Dan sampai saat ini, klien kami tetap tidak terlibat dengan apa yang terjadi. Justru John Kei tidak ada sangkut pautnya dengan peristiwa ini, dan rekontruksi kali ini juga tidak akan dihdiri klien saya,” jelas Anton.

Sebelumnya, keributan terjadi di Green Lake City, Kota Tangerang , Banten pada Minggu (21/6). Dalam peristiwa ini, terdengar pula suara tembakan. Sekuriti setempat bahkan sempat menutup gerbang perumahan namun, dirusak dengan ditabrak mobil oleh para pelaku.

Pada hari yang sama, tersebar kabar aksi penganiayaan menimpa seorang warga berinisial YC, 45 di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Korban dicegat oleh sekelompok orang saat sedang berkendara. Dia pun langsung dihujani senjata tajam hingga dinyatakan tewas usai dilarikan ke rumah sakit.

Hasil penyelidikan menyebutkan, dua kasus tersebut dilakukan oleh kelompok John Kei. Pria berjuluk Godfather of Jakarta itu memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pembunuhan kepada pamannya sendiri, Nus Kei dan kelompoknya. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor: JAMIL QASIM