Ekonomi & Bisnis

Kelancaran Distribusi Kunci Tekan Inflasi

BATAM (BP) – Pada Juni 2020, Kepulauan Riau (Kepri) secara bulanan mengalami inflasi sebesar 0,05% (mtm), lebih rendah dibandingkan Mei 2020 yang mengalami inflasi sebesar 0,15% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi pada Juni 2020 adalah angkutan udara, beras dan rokok kretek filter. Sementara itu inflasi Nasional tercatat 0,18% (month to month / mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,07% (mtm).

Secara tahunan, inflasi Kepri pada Juni 2020 tercatat 0,24% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,52% (yoy) maupun inflasi Nasional sebesar 1,96% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, inflasi Kepri pada Juni 2020 masih berada di bawah kisaran sasaran inflasi tahun 2020 sebesar 3 ± 1% (yoy).

Inflasi di Kepri pada Juni 2020 utamanya bersumber dari peningkatan harga pada kelompok transportasi, meskipun tertahan oleh penurunan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok transportasi pada Juni 2020 tercatat mengalami inflasi 1,54% (mtm) dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,19% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi kelompok transportasi adalah angkutan udara yang mengalami inflasi 12,15% (mtm) dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,16% (mtm), seiring meningkatnya aktivitas penerbangan meski dengan kapasitas kursi yang masih dibatasi.

Namun demikian, inflasi Kepri pada Juni 2020 tertahan oleh deflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -1,73% (mtm) dengan andil sebesar -0,12% (mtm). Adapun komoditas utama penyumbang deflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan yang mengalami deflasi -7,16% (mtm) seiring penurunan harga emas di tingkat global.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga tercatat mengalami deflasi sebesar -0,24% (mtm) dengan andil terhadap deflasi sebesar -0,07% (mtm), dimana komoditas utama penyumbang deflasi yakni cabai merah dan bawang merah. Penurunan harga cabai merah dan bawang merah terjadi seiring lancarnya pasokan dan turunnya permintaan dari segmen hotel dan rumah makan.

Secara spasial pada Juni 2020, Kota Batam dan Tanjungpinang tercatat mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,06% (mtm), dan 0,09% (mtm).

Kargo do bandara Hang Hadim.
foto: Dalil Harahap / batampos.id

Komoditas utama penyumbang inflasi di Batam adalah angkutan udara, beras, rokok kretek filter dan telur ayam ras.

Sementara itu, komoditas utama penyumbang inflasi di Tanjungpinang adalah daging ayam ras ikan tongkol, ikan caru dan ikan selar.

Meningkatnya inflasi pada beberapa komoditas ikan segar di Tanjungpinang terjadi seiring dengan berkurangnya pasokan ikan akibat cuaca yang kurang kondusif. Secara tahunan, inflasi Kota Batam tercatat sebesar 0,33% (yoy), dan inflasi di Tanjungpinang sebesar -0,32% (yoy) lebih rendah dari bulan sebelumnya.

Inflasi di Kepri pada Juli 2020 diperkirakan masih terkendali pada kisaran yang rendah. Namun demikian terdapat beberapa potensi risiko inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain:

(i) tarif angkutan udara berpotensi meningkat seiring penerapan aturan kenaikan sementara Tarif Batas Atas untuk mengkompensasi pembatasan kapasitas;

(ii) curah hujan yang diperkirakan meningkat, dan

(iii) harga emas perhiasan yang berpotensi meningkat seiring koreksi outlook ekonomi global dari beberapa organisasi/lembaga keuangan.

Oleh karenanya upaya pengendalian inflasi oleh TPID pada Juli 2020 akan difokuskan pada aspek Kelancaran Distribusi dan Ketersediaan Pasokan sebagai antisipasi peningkatan permintaan ditengah pelonggaran aktivitas masyarakat. Untuk menjaga kelancaran pasokan dan ketersediaan barang, TPID Kepri akan menjalin kerjasama antar daerah sebagai langkah persiapan/antisipasi pengendalian inflasi di waktu yang datang.  (*)