Politika

Kementan Diminta Uji Klinik Produk Antivirus Covid-19

F. HENDRA EKA/JAWA POS
KETUA MPR Bambang Soesatyo (kiri) didampingi Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (kanan), dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto sebelum menggelar pertemuan tertutup di Gedung Nusantara III Senayan, Jakarta, Jumat (5/6). Bamsoet mendorong agar penemuan produk antivirus corona oleh Kementan untuk dilanjutkan ke uji klinik.

JAKARTA (BP) – Kementerian Pertanian (Kementan) mendapatkan apresiasi atas inisiatif dan keberanian mempromosikan kandungan minyak atsiri dari daun kayu putih (eucalyptus) sebagai antivirus corona. Namun, sebelum produk obat itu ditawarkan kepada masyarakat, Kementan diminta mengikuti protokol pengujian obat baru.

Salah satu yang memberikan apresiasi itu adalah Ketua MPR Bambang Soesatyo. Dia mendukung penuh inisiatif Kementan yang telah membuat produk antivirus corona.

Bamsoet juga mendorong agar penemuan itu dilanjutkan. Namun, soal khasiatnya, dia berharap agar jajaran Kementan bijaksana. ”Sebab, sejauh ini, baru jajaran Kementan yang membuat klaim tentang khasiat produk obat itu,’’ ujarnya.

Seperti diberitakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan telah memublikasikan produk antivirus Korona berupa kalung, roll on, in haler, salep, balsem dan defuser. Kementan mengklaim produk tersebut mampu mematikan corona.

Bamsoet menilai, di tengah kegelisahan karena tidak adanya vaksin yang mampu menetralisir ekses virus corona, pencapaian Kementan tentu layak untuk diapresiasi. Tapi, seperti juga upaya serupa oleh para ahli di sejumlah negara, produk dari Kementan tersebut sebaiknya tetap menjalani prosedur uji klinik. Untuk menghindari kesan tentang klaim sepihak, kata mantan Ketua DPR itu, produk antivirus Korona tersebut sebaiknya mengikuti dulu protokol pengujian atau uji klinik untuk produk baru obat dan herbal. ”Termasuk pengujian khasiatnya pada manusia,” tuturnya.

Waketum Partai Golkar itu menuturkan, kehadiran dan keterlibatan pihak lain dalam uji klinik obat baru sangat diperlukan. Tidak hanya untuk kepentingan kebenaran tentang khasiat obat, melainkan juga untuk memperkuat klaim atas khasiat obat atau herbal produk baru.

Bamseot menambahkan, untuk kepentingan uji klinik, sangat relevan jika Kementan bersinergi atau bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). ”Sebagai obat atau herbal produk baru, tahap pengujiannya pun harus melibatkan pihak lain yang relevan,” tegasnya.

Sementara itu, Komisi IV DPR menyoroti rencana Kementan yang akan memproduksi kalung antivirus corona. ”Lebih baik Kementan fokus terhadap produksi pertanian agar tetap melimpah saat pandemi,” terang anggota Komisi IV Andi Akmal Pasludin.

Menurut dia, sebaiknya produk itu diperuntukan untuk internal Kementan. Sebab, jika diproduksi massal, maka akan menimbulkan berbagai pertanyaan dari masyarakat.

Apalagi, kalung antivirus itu belum teruji sebagai penangkal Covid-19. Selain itu, anggaran untuk rencana produksi massal kalung juga akan dipertanyakan berbagai pihak.

Andi menambahkan, anggaran Kementan sendiri tidak fokus terhadap produk antivirus,karena itu menjadi ranah kesehatan. ”Tugas kementerian itu sudah jelas, yaitu membuat produk pertanian tetap melimpah di masa wabah Covid-19,” pungkasnya. (lum/*)

Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO