Home

Teknis Pengadaan 2.400 Unit Laptop di Komisi IV DPRD Kepri

Jumaga Nadeak
f.Dalil

TANJUNGPINANG (BP)- Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak yang juga merupakan Ketua Banggar DPRD Provinsi Kepri menegaskan, secara teknis Banggar tufoksinya adalah berbicara masalah Pagu Anggaran (PA). Namun untuk teknis di luar itu, tahapannya berada di Komisi IV DPRD Provinsi Kepri.

“Kita tidak bicara siapa yang mengusulkan ketika di Banggar, tetapi masalah PA-nya. Berbicara soal teknis, itu ada di Komisi IV DPRD Provinsi Kepri,” ujar Jumaga saat dikonfirmasi soal pengadaan 2.400 unit laptop dengan anggaran Rp22 miliar, Minggu (5/7)

Sementara itu, informasi yang didapat Batam Pos dari salah satu Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepri mengatakan pengadaan 2.400 unit laptop di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri usulan salah satu pimpinan komisi  yang ada di DPRD Provinsi Kepri.

“Setelah ditelusuri di internal dewan, ternyata pengusul proyeknya adalah pimpinan salah satu komisi. Dan bukan dari Komisi IV yang membidani Pendidikan dan Kesehatan,” ujarnya Sabtu (4/7) lalu.

Legislator yang mewanti-wanti namanya jangan sampai disebutkan dalam berita menyarankan untuk empertanyakan hal ini ke Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak dan Mantan Ketua Komisi IV DPRD Kepri periode 2014-2019 Teddy Jun Askara. Karena alur pembahasannya pasti melalui persetujuan dari Komisi IV.

“Yang jelas antara Banggar dengan Komisi IV DPRD Provinsi Kepri sudah sama-sama mengetahui siapa orangnya. Namun karena pelakunya dari internal dewan. Saya meragukan ada yang berani buka suara,” tegasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan, Irwan Panggabean yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Disdik Provinsi Kepri belum memberi keterangan terkait persoalan pengadaan 2.400 unit laptop ini. Batam Pos sudah berupaya melakukan konfirmasi baik dari sambungan pribadi maupun pesan di media WhatsApp, tapi belum ada balasan.

Seperti diketahui, Pengadaan 2.400 unit milik Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri yang dilaksanakan oleh PT. Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) lewat APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu diduga ssarat mark up. Karena satu Laptop Lenovo dengan spek amd A9-9425 Radeon R5 3.10 GHz windows 10 dibandrol Rp9.328.000. Sementara harga disejumlah toko elektronik di Tanjungpinang dengan merek dan spek yang sama adalah sebesar Rp4,3 juta.

Merujuk surat perjanjian yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Kepri melalui Disdik Provinsi Kepri bersama PT. Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) dengan nomor 24.957/SP/DISDIK-KEPRI/2019 pada tanggal 27 September 2019 tersebut pekerjaanya adalah pengadaan laptop penunjang kegiatan media pendidikan untuk SMAN di Kepri.

Berdasarkan perbandingan harga tersebut, jika merujuk harga vendor pengadaan 2.400 unit laptop yang digunakan sebagai media pendidikan untuk SMAN di Kepri tersebut sebesar Rp22.387.200.000. Kemudian untuk harga yang berada di sejumlah toko elektronik di Tanjungpinang, pengadaan laptop tersebut dengan jumlah yang sama atau merk dan spek yang serupa hanya memerlukan anggaran sebesar Rp10.320.000.000.

Berdasarkan data Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UPKBJ) Provinsi Kepri pengadaan 2.400 unit laptop dengan alokasi anggaran sebesar Rp22 miliar yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri lewat APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu bukan diperuntukan bagi seluruh SMA Negeri di Provinsi Kepri. Melainkan khusus untuk SMA Negeri yang ada di Kabupaten Karimun. (*)

Reporter: Jailani
Editor : Tunggul Manurung