History

Warisan Budaya yang Mendunia

Batik

F. Dokumentasi Plaza Indonesia Fashion Week 2018
Fashion show Nuswantara, koleksi pribadi Iwan Tirta.

JAKARTA (BP) – TANGGAL 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Ini merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena batik telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009 silam.

1. Menurut UNESCO dalam situs resminya, keputusan menetapkan batik Indonesia sebagai warisan dunia karena batik Indonesia memiliki simbolisme terkait dengan status sosial, masyarakat setempat, alam, sejarah, dan warisan budaya dengan rasa identitas dan keberlanjutan sebagai komponen penting dari kehidupan masyarakat, dan terus ber-evolusi tanpa kehilangan makna tradisionalnya.

Batik Indonesia sebagai prasasti yang berkontribusi untuk memastikan warisan budaya pada tingkat lokal, nasional, dan internasional. Lembaga pemerintah dan non-pemerintah dan asosiasi di masyarakat bersama-sama melakukan peningkatan kesadaran, peningkatan kapasitas dan kegiatan pendidikan untuk melanjutkan upaya meningkatkan batik sebagai warisan dunia.

2. Dalam situs wikipedia, kata ”batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: amba, yang bermakna ”menulis” dan titik yang bermakna ”titik”. Walaupun kata ”batik” berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Ia juga melaporkan pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.

3. Dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya, kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa.

4. Batik sendiri tidak lagi didominasi dari Jawa, namun hampir semua pelosok di negeri ini memiliki ciri khas sendiri soal batik. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam.Termasuk di Kepri yang memperkenalkan batik gonggong. Batik gonggong sangat unik. Motif cangkang siput gonggong menjadikan ciri khas batik yang menarik.

5. Menurut Antropolog dari School of Anthropology and Archaeology, James Cook University, Australia, Maria Friend, batik secara historis dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang dan sebagainya.
Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam.

6. Secara teknik ada tiga. Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. Kemudian, batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap (biasanya terbuat dari tembaga). Terakhir, batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.

7. Go Tik Swan (dikenal dengan nama K.R.T. Hardjonagoro) seorang budayawan dan sastrawan Indonesia yang menetap di Surakarta. keluarga Go Tik Swan Hardjono sudah turun-temurun mengusahakan batik, Soekarno menyarankan agar ia menciptakan ”Batik Indonesia”. Pola yang sudah dikembangkan itu diberinya warna-warna baru yang cerah, bukan hanya coklat, biru dan putih kekuningan seperti yang lazim dijumpai pada batik Solo-Yogya. Lahirlah yang disebut ”Batik Indonesia”.

8. Salah satu desainer batik Indonesia yang terkenal adalah Iwan Tirta. Batik rancangannya digunakan sebagai pakaian tradisional yang dikenakan para kepala negara pada pertemuan APEC tahun 1994. Iwan mengembangkan batik khas Indonesia, mulai dari pendidikan batik, penelitian hingga promosi ke mancanegara. Iwan juga mengembangkan filsafat batik Indonesia. (***)

Reporter: JPGROUP
Editor: RATNA IRTATIK