Politika

Cak Imin Kenang Pernyataan Gus Dur Soal Pertengkaran Internasional

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. F:Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JAKARTA (BP) – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangs (PKB) Muhaimin Iskandar mengumumkan visinya misi tentang haluan poltik internasional partainya. Semuanya itu tidak terlepas dari sari pati pemikiran para pendiri bangsa ini.

Menurut Wakil Ketua DPR yang biasa disapa Cak Imin itu, visi misi PKB soal politik internasional harus dijabarkan, hal ini demi upaya menapakkan posisi Indonesia sebagai salah satu kontributor utama dalam memperjuangkan kemuliaan peradaban umat manusia.di antara bangsa-bangsa dunia.

“Prinsip-prinsip universal yang harus diusung sebagai haluan politik internasional Indonesia, berdasarkan wawasan yang diwariskan oleh para Bapak Pendiri Bangsa,” ujar Cak Imin dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Selasa (7/7).

Menurut Cak Imin, ada empat prinsip universal yang harus diusung. Pertama, memperlakukan sesama secara adil dan sederajat tanpa memandang suku atau agama, tanpa permusuhan atau kebencian, dan tanpa berusaha meminggirkan atau menyingkirkan.

Kedua, menerima dan menghormati negara bangsa yang berdaulat sebagai sistem politik yang mengikat warga dari setiap bangsa, tanpa menyebarkan atau mengejar agenda supremasi terhadap bangsa lain.

Ketiga, menerima dan menghormati hukum negara sebagai tatanan yang mengikat semua warganya, dan tidak memberikan ruang bagi siapa pun untuk menjadikan agama sebagai pembenaran atas tindakan melawan hukum, apalagi untuk menghasut dan/atau berpartisipasi dalam pemberontakan terhadap otoritas yang sah.

Keempat, memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. “Prinsip-prinsip universal itu adalah jawaban bagi bermacam kemelut yang melanda dunia internasional dewasa ini,” katanya.

Cak Imin juga menuturkan, seruan Presiden Indonesia ke-4 Abdurahman Wahid (Gus Dur) dalam artikel yang dimuat di Wall Street Journal tahun 2005 yang lalu yang isinya adalah, ‘”Sudah waktunya bagi semua orang yang beritikad baik dari setiap agama dan bangsa untuk mengakui bahwa bahaya mengerikan mengancam umat manusia. Kita tidak dapat melanjutkan ‘bisnis seperti biasa’ dalam menghadapi ancaman eksistensial ini. Sebaliknya, kita harus mengesampingkan pertengkaran internasional dan partisan kita, dan bergabung bersama untuk menghadapi bahaya yang ada di depan kita,” tutur Cak Imin menirukan kalimat Gus Dur itu.

Sebagaimana diketahui, sejak 2018 PKB telah diterima sebagai anggota Centris Democrat Internasional (CDI), sebuah koalisi politik internasional beranggotakan lebih dari 150 partai politik dari berbagai negara di seluruh dunia. Kaukus CDI di Eropa, European People’s Party (EPP), memenangi pemilu terakhir dan memegang mandat pemerintahan Uni Eropa saat ini.

Sejak menjadi anggota CDI, lanjut Cak Imin, PKB telah berhasil menggolkan tiga resolusi yang diterima secara aklamasi oleh CDI. Resolusi-resolusi itu diusung dalam konteks Gerakan Global Islam Untuk Kemanusiaan (Humanitarian Islam). Salah satunya memuat hasil-hasil Bahtsul Masail Maudlu’iyyah dari Musyawarah Nasional Alim-Ulama Nahdlatul Ulama di Kota Banjar pada awal 2019 yang lalu.

“PKB bertekad untuk mengusung apa yang telah diperbuat bangsa Indonesia bagi kemanusiaan dan peradaban dunia,” pungkasnya.

Reporter: JP GROUP
Editor: JAMIL QASIM