Home

Disperindag Kembali Panggil Pengelola Pasar Tos 3000

F Cecep Mulyana/Batam Pos
Pasar Tos 3000 Jodoh terlihat ramai oleh aktivas jual beli, Minggu (28/6).

BATAM (BP) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam akan kembali memanggil pengelola Pasar Tos 3000, guna membahas penataan pedagang di pasar.

Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau mengatakan penataan terpaksa ditunda karena pengelola masih meminta waktu untuk menata pedagang mereka sendiri.

“Kami coba langkah persuasif agar tidak ada keributan nantinya,” kata dia, Selasa (7/7).

Karena penundaan tersebut, ada kekhawatiran terhadap uji rapid test pedagang yang sudah tertunda beberapa kali ini. Untuk itu pihaknya akan kembali memanggil pengelola untuk membahas penataan ini.

“Jadi nanti berbarengan semuanya penataan dengan rapid testnya. Makanya perlu dimatangkan lagi rencananya. Paling dalam waktu satu atau dua hari ini akan ada keputusan terkait hal ini,” ujarnya.

Gustian mengatakan saat ini pengelola sudah mulai menata pedagang mereka. Namun masih perlu dirapikan dan dipastikan protokol kesehatan mereka jalankan, agar tidak ada penambahan kasus di klaster Pasar Tos 3000 ini.

“Nanti ada sekitar dua ribu pedagang yang akan dirapid test. Jadi sekalian penataan dan tes,” sebutnya.

Tim nanti akan turun dan mengecat lokasi pasar agar terlihat dari rapi. Persoalan cuaca juga menjadi persoalan sebab, ditakutkan lokasi yang baru dicat keba hujan jadi luntur.

“Nanti akan kami lakukan bertahap penataannya. Jadi per blok. Mekanismenya kan sudah ada tinggal jalan saja. Namun masih ada kendala soal jadwal, makanya harus kami bahas kembali,” imbuh Gustian.

Ia berharap, semua pihak bisa menerima penataan yang akan dilakukan pemerintah. Tujuanya tetap demi pedagang dan pembeli. Untuk itu, penataan ini harus tetap berjalan dan tidak boleh tertunda lagi, sebab ini penting melihat lokasi pasar pernah menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19.

“Besok kami rapat dulu. Mudah-mudahan tidak ada penundaan lagi terkait penataan pasar Tos 3000 ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan semua perlengkapan untuk uji rapid test sudah ada, termasuk personil. Pihaknya tinggal menunggu informasi dari penanggungjawab penataan pasar.

“Kalau Pak Gustian ok, kami jugalah. Karena semua sudah siap,” imbuhnya. (*)

Reporter: Yulitavia
Editor: Andriani Susilawati