Metropolis

Dua Gudang Ponsel BM Tutup Saat Dirazia Tim Disperindag Batam

Pedagang Mengaku Kesulitan Mendatangkan Ponsel Bekas dari Singapura

F. Yofi Yuhendri/Batam Pos Tim dari Disperindag Batam menginterogasi salah satu pemilik toko ponsel di Lucky Plaza terkait peredaran ponsel BM, Senin (6/7).

BATAM (BP) – Tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam merazia pusat perbelanjaan ponsel di Lucky Plaza, Nagoya, Senin (6/7) sore. Dalam razia ini, tim mendatangi dua gudang distributor yang diduga menjual ponsel dari pasar gelap atau black market (BM).

Pantauan Batam Pos di lokasi, tim yang terdiri dari 10 petugas ini langsung mendatangi toko distributor tanpa nama tersebut. Hanya saja, toko dan gudang distri-butor itu tutup.
“Kita datangi sesuai titik-titik yang dilaporkan saja. Kalau detailnya langsung ke Kadis,” ujar salah seorang petugas di lokasi.

Selain mendatangi toko dan gudang distributor yang tutup tersebut, Tim Disperindag turut mengintrogasi sejumlah pedagang di sekitar toko tersebut. Rata-rata, para pedagang dimintai kete-rangan terkait asal ponsel bekas, khususnya jenis iPhone. “Kita tutup saja tokonya,” sambung petugas tersebut.

Salah seorang pedagang, Achai, mengatakan, ponsel black market maupun ponsel bekas asal Singapura saat ini sulit didapatkan. Hingga saat ini, katanya, pemerintah Si-ngapura masih menutup pintu masuk bagi pendatang.
“Susah barang (ponsel BM) sekarang. Hanya distributor tertentu saja bisa dapat,” kata-nya di lokasi.

Menurut dia, adanya razia dari Pemko Batam sudah dide-ngar sejak beberapa bulan lalu. Kemudian, para pedagang hanya menawarkan ponsel baru produk Tiongkok yang berlisensi resmi.
“Kalau itu (BM) ke medsos (media sosial) saja ditawar. Nanti dikirim ke luar kota melalui jastip (jasa titipan),” terang Achai.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau mengimbau agar masyarakat membeli ponsel yang jelas nomor identitas perangkatnya atau International Mobile Equipment Identity (IMEI)-nya.

Termasuk, kepada para distributor maupun penjual agar tidak lagi mengedarkan ponsel BM.
”Ponsel BM ini nanti akan diblokir, otomatis tak akan bisa dipakai lagi dan kalau dijual pun, ponselnya tak akan berfungsi. Kami sudah sosialisasikan,” katanya.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengeluarkan kebijakan untuk menonaktifan ponsel BM melalui nomor IMEI terhitung mulai 18 April lalu. Upaya ini dilakukan guna mencegah dan mengurangi peredaran ponsel yang masuk ke Indonesia secara ilegal, sehingga melindungi industri dan konsumen dari barang black market.

Sayangnya, meski ada aturan tersebut, nyatanya peredaran ponsel BM di Batam masih saja terjadi. Dilakukan secara sembunyi-sembunyi, penjualan ponsel BM tetap bisa ditemui, termasuk penjualan online. (*)

Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI