Total Football

Memburu Raja Midas yang Sebenarnya

AC Milan vs Juventus

F. MARCO BERTORELLO/AFP
Striker Juventus Cristiano Ronaldo.

batampos.id – Dominasi Ronaldo di Juventus memang belum tergantikan. 30 persen pundi-pundi La Vechia Signora, julukan Juventus, di Serie A, sepertiganya disumbang oleh pria berjuluk CR7 ini.
Bahkan Dari 15 gol dalam 24 kemenangan Juve ketika dia bermain, 15 gol di antaranya hasil kreasi CR7. Musim ini, andai Juve kembali merengkuh scudetto, maka dominasi gol CR7 lebih besar lagi.

Sampai gol ke-63 Juve, 25 gol atau 39,6 persen di antaranya didapatkan dari pemain bergaji termahal di Continassa, kamp latihan Juve, itu. Di balik 50 gol Juve dari 21 kemenangan saat dia bermain, 21 gol atau hampir separoh datang darinya.

Surat kabar yang terbit di Milan, La Gazzetta dello Sport pun sampai menyebut CR7 “Si Raja Midas”. Persis seperti sebutan yang sering dialamatkan kepada attaccante AC Milan, Zlatan Ibrahimovic. Tuah sentuhan “Si Raja Midas” itu yang sudah dibuktikan Ibra saat AC Milan bisa mengganjal Lazio dalam pacuan menuju scudetto.

Seperti diketahui, dua dari tiga gol klub berjuluk Rossoneri tersebut datang dari sentuhan Ibra. Bomber 38 tahun itu menyudahi tren unbeaten Biancoceleste, julukan Lazio, dalam laga-laga kandang di Serie A musim ini dengan satu gol dan satu assist. Makanya, di San Siro, Milan, dini hari nanti WIB akan jadi jawaban siapa yang punya sentuhan “Si Raja Midas” sebenarnya.

F. TIZIANA FABI/AFP
Striker AC Milan Zlatan Ibrahimovic.

CR7? Atau Ibracadabra, julukan Ibra? (siaran langsung beIN Sports 2 pukul 03.00 WIB). ’’(Karena Ibra) Kami tahu, kami bakal mengalahkan Juve,’’ koar allenatore Milan, Stefano Pioli kepada DAZN. Begitu ampuhnya sentuhan Ibra, dia hanya membutuhkan sekali tembakan untuk mencetak satu gol ke gawang Lazio.

Apalagi, gawang Juve termasuk yang susah dia taklukkan. Dari sepuluh kali menghadapi mantan klubnya itu, cuma sekali dia menciptakan gol. Itu terjadi pada giornata sembilan Serie A, 2010 – 2011. Tidak cuma handicap gol ke gawang Juve itu. Stamina Ibra untuk bermain tiga kali dalam enam hari juga jadi tantangannya.

Pioli mengharap, setelah 20 menit melawan SPAL (2/7) dan 45 menit kontra Lazio (5/7), Ibra sudah semakin kuat. Dia pede bisa melihat Ibra bermain lebih dari sejam. ’’Bukan hanya menit bermainnya. Begitu pula kinerjanya. Aku akui, di klub kami sekarang, dia pemain terkuat dari sudut pandang mentalitas dan kontribusinya,’’ tutur pelatih 54 tahun itu.

Setidaknya, Pioli berharap Ibra bisa jadi penentu seperti ketika El Clasico sedekade silam saat gol semata wayangnya untuk Barcelona mengalahkan Real Madrid bersama CR7. ’’Pemain-pemain Milan harus memulai motivasinya dari dia (Ibra) ketika dia sudah mengeluarkan terbaik darinya,’’ klaim mantan bomber Milan Luca Saudati kepada Tuttomercatoweb.

CR7 pun tak mau kalah dari Ibra. Momentumnya yang selalu menjebol gawang Milan di San Siro sejak membela Juve jadi alasannya. Dua musimnya berbaju Juve, sudah dua kali dia ke San Siro menghadapi Milan, dua kali pula dia menjebol gawang Milan. Satu gol saat giornata 12 musim lalu.

Sebiji gol lainnya dia catatkan saat first leg semifinal Coppa Italia, 14 Februari lalu. Head to head pertama CR7 lawan Ibra di tanah Italia. Dengan menjebol gawang Milan, maka CR7 pun bisa membuka jalan CR7 mempertajam rekornya sebagai pemain Juve pertama yang mendulang 30 gol dalam semusim sejak John Hansen, 1951 – 1952 silam. CR7 baru mengoleksi 25 gol dari delapan giornata tersisa Serie A.

Sentuhannya pun akan lebih diharapkan ketika dia takkan berkolaborasi dengan duetnya, Paulo Dybala. La Joya, tak bisa bermain karena akumulasi kartu. ’’Aku sudah banyak melakukan hal-hal penting dengannya (Dybala). Tetapi, tim juga membantuku. Itu yang membuatku percaya di Milan kami masih bisa berbuat sesuatu,’’ sumbar CR7 dalam wawancaranya kepada Sky Sport Italia. (ren/*)

Reporter: JPGROUP
Editor: RYAN AGUNG