Sport

Pemain Junior Fokus Lolos Fase Grup Dulu

Mola TV PBSI Home Tournament

F. PP PBSI untuk Batam Pos
Pemain junior Christian Adinata saat berlaga dalam satu kejuaraan.

batampos.id – PBSI Home Tournament sektor tunggal putra akan digelar mulai Rabu (8/7) hingga Jumat (10/7). Yang membuat lebih menarik lagi, dalam sektor tunggal putra, tiga kasta akan bersaing keras menjadi yang terbaik.

Tiga kasta pemain yang berpartisipasi di PBSI Home Tournament sektor tunggal putra itu adalah, pertama, pemain pelatnas utama yang diwakili Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Kedua, pemain lapis kedua seperti Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Ketiga, pemain junior.

Nah, selain dua bintang top Indonesia, penampilan pemain junior layak ditunggu. Mereka mengisi skuad Merah Putih yang sukses merebut Piala Suhandinata (kejuaraan dunia beregu junior) perdana sepanjang sejarah pada 2019. Para pemain belia itu sangat bersemangat membuktikan bahwa mereka siap bersinar dalam dua atau tiga tahun ke depan.

Salah seorang di antaranya adalah Christian Adinata. Pemain 19 tahun itu merasa punya kans untuk setidaknya lolos dari fase grup terlebih dulu. Dia bergabung di grup G bersama Shesar Hiren Rhustavito, Karono, dan Syabda Perkasa Belawa. Christian beruntung tidak harus bertemu Jonatan maupun Anthony sejak awal.

’’Di grup ini cukup merata ya persaingannya,’’ kata Christian ketika dihubungi kemarin. Meski demikian, pemain kelahiran Pati, Jawa Tengah, itu juga sangat mewaspadai Shesar sebagai kompetitor paling berat di grup G. Juga masih ada Syabda, yang menurut Christian, penampilannya makin menanjak.

Christian beruntung karena pada dua laga awal ’’hanya’’ dijadwalkan menghadapi Karono dan Syabda yang pengalamannya tidak jauh berbeda. Sementara itu, pertandingan melawan Shesar terjadi di partai terakhir grup. Artinya, jika dia dan Shesar sama-sama meraih dua kemenangan, pertandingan terakhir hanya menjadi penentuan juara grup.

’’Soal strategi lolos sih, saya mau bermain maksimal saja di setiap pertandingan,’’ kata pemain yang masih berada di peringkat ke-247 dunia itu.

Christian menceritakan, masuk Pelatnas Cipayung sudah menjadi impian bagi finalis Dutch Junior International 2019 tersebut. ’’Karena kalau mau jadi juara dunia atau meraih emas Olimpiade kan semua berawal dari pelatnas. Saya punya mimpi untuk menjadi juara dunia hingga Olimpiade,’’ tegasnya.

Menurut dia, PBSI Home Tournament bisa menjadi awal yang baik sebagai tolok ukur awal seberapa jauh kemampuannya. Terlebih ketika menghadapi pemain-pemain senior yang peringkatnya jauh lebih tinggi dan lebih berpengalaman. Agar bisa bertemu Jonatan dan Anthony, tentu minimal dia harus lolos ke delapan besar terlebih dulu.

Selain Christian, Syabda, dan Karono, masih ada Bobby Setiabudi dan Yonathan Ramlie yang siap bersaing dengan pemain lapis kedua. Juga ada pemain-pemain junior yang belum masuk skuad Kejuaraan Dunia 2019. Mulai Tegar Sulistio, Yohanes Saut Marcelino, hingga Muhammad Asqar Harianto.

Total, sektor tunggal putra diikuti 16 pemain yang terbagi menjadi empat grup. Karena pertandingannya banyak, ada dua court yang digunakan. Rangkaian hari pertama besok dibuka dengan laga antara unggulan pertama Anthony melawan Tegar di court 1. Sementara itu, court 2 mempertemukan Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu versus Tegar Sulistio. (raf/c19/na/*)

Reporter: JPGROUP
Editor: RYAN AGUNG