Nasional

Penyerapan Stimulus Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Gita Wirjawan. F: JP GROUP

JAKARTA (BP) – Pengusaha memberi catatan pada pemerintah akan potensi tergerusnya pertumbuhan ekonomi. Sebab, beberapa sentimen dianggap ikut mempengaruhi pertumbuhan mulai dari stimulus pemerintah hingga merosotnya konsumsi rumah tangga.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin, Gita Wirjawan mengatakan, lambatnya penyerapan anggaran stimulus Corona di berbagai sektor, akan berimbas kepada pemulihan perekonomian nasional. Gita memaparkan, penyerapan anggaran stimulus kesehatan 1,54 persen, perlindungan sosial 28,63 persen, insenstif usaha 6,8 persen, korporasi 0 persen, dan sektoral pada 3,65 persen.

“Ini akan membuat tekanan terhadap pemulihan kesehatan, jejaring pengamanan sosial dan perekonomian menjadi lebih berat,” ujarnya, kemarin (6/7).
Gita juga menyoroti neraca perdagangan nasional. Menurut dia, meskipun mampu mencatatkan surplus pada bulan April dan Mei, hal tersebut diakibatkan anjloknya impor yang lebih cepat dibandingkan ekspor. Hal tersebut kemudian akan berdampak terhadap produktifitas nasional.

“Mengingat peran golongan bahan baku atau penolong yang cukup berarti, sekitar 70 persen dari total impor sampai akhir Mei tahun ini,” bebernya.
Sementara itu, Gita juga memprediksi realisasi penanaman modal asing juga akan mengalami penurunan pada kuartal II 2020, dibandingkan kuartal I 2020 yang sudah terkontraksi 9,2 persen.

Menurut Gita, bukan hanya dari sisi perdagangan dan investasi, daya beli ataupun konsumsi dalam negeri juga diproyeksi masih akan rendah. Hal tersebut terefleksikan dengan penurunan indeks penjualan riil sebesar -16,9 persen di bulan April secara tahunan dan -22,9 persen di bulan Mei secara tahunan. “Dan penurunan indeks keyakinan konsumen sebesar -33,8 persen di bulan April dan -39,3 persen di bulan Mei,” urai Gita.

Dia pun mengusulkan agar pemerintah segera merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasinal Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara Untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

“Ini semua tergantung secepat apa pemerintah akan merevisi PP Nomor 23 Tahun 2020 yang terbukti tidak efektif, tadinya dibuat 2-3 bulan yang lalu untuk kepentingan penempatan dana di bank perantara Himbara dan bank-bank swasta tapi tidak efektif restrukturisasinya,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP GROUP
Editor: JAMIL QASIM