Kepri

PPDB Sistem Online Buat Bingung, Warga Pinang Datangi Disdik

Tampak orang tua calon siswa SMP saat melaporkan anaknya yang belum terdaftar saat PPDB di Kantor DIsdik Tanjungpinang, Selasa (7/7).
F.Peri Irawan/Batam Pos

TANJUNGPINANG (BP) – Beberapa jam jelang penutupan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Tanjungpinang, masih banyak warga yang mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Tanjungpinang untuk melaporkan berbagai keluhan.

Diketahui PPDB di Tanjungpinang sudah dibuka sejak 29 Juni lalu berakhir 7 Juli 2020 pukul 14.00 WIB.

Pantauan Batam Pos, hingga pukul 11.41 WIB puluhan orang tua calon murid mendatangi kantor Disdik Tanjungpinang untuk mencarikan solusi agar anaknya bisa masuk sekolah.

Salah seorang orang tua calon murid, Surya, 47, menjelaskan kedatangannya ke Kantor Disdik Kota Tanjungpinang untuk mempertanyakan permasalahannya, saat ia mendaftarkan anak dan keponakannya di SMPN 7 Tanjungpinang secara bersamaan namun yang dialami anaknya tidak terdaftar atau masuk sistem sementara masih tinggal satu rumah dan nilai anaknya lebih tinggi.

“Heran kenapa anak saya tidak terdaftar padahal nilainya lebih tinggi dibanding keponakan,” kata Surya saat wawancara di Kantor Disdik Kota Tanjungpinang, Selasa (7/7).

Surya menuturkan, kedatangannya untuk meminta kejelasan dari pihak Disdik, sebab menurut Surya ada hak yang sama antara anaknya dan keponakannya, jika masih bisa diperjuangkan kenapa tidak diusahakan. “Kami minta kejelasan saja, melihat kebenaran dan ada hak untuk mendapatkan penjelasan,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Panitia PPDB SMPN 6 Tanjungpinang, Paizal menjelaskan permasalahan yang sering terjadi adalah kurang mengertinya orang tua dalam penggunaan sistem saat mendaftar online. Seperti penarikan titik tempat tinggal dengan sekolah yang membuat zonasinya menjadi jauh dari sekolah.

“Cara memasukkan titik tempat tinggal yang salah, ada yang jarak sebenarnya 500 meter karena salah tarik menjadi 2 kilometer,” kata Paizal.

Kejadian seperti itu, orang tua calon murid akan dipanggil dan diarahkan untuk mendaftarkan kembali anaknya, agar tidak terlempar ke luar jalur. “Keluhan lainnya orang tidak tau kalau ada zonasi kelurahan, kelurahan terdekat dengan sekolah akan lebih mudah masuk ke sekolah tersebut,” tambahnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
Editor: Tunggul Manurung