Metropolis

Staycation di Harris Waterfront, Batam

Hotel Harris Waterfront kala malam.
foto: putut ariyo / batampos.id

BATAM (BP) – Sabtu (4/7/2020) petang, parkiran Harris Waterfront, di Marina Sekupang nampak penuh. Padahal sehari sebelumnya lengang. Dari balkon lantai 5 nampak lalu lalang orang di bawah sana. Yah, hotel di tepi pantai itu nampak ramai pengunjung.

“Iya, pada sulit juga mereka mencari parkir,” ujar salah satu pegawai Harris saat saya ajak bicara. Wajahnya tersenyum merekah. Nampak ia senang dengan tamu yang berdatangan.

Malam selepas Maghrib pun kolam renang luas yang dimiliki Harris ramai. Anak-anak dan orang dewasa bermain di sana. Tidak semua renang, ada juga yang bermain bola plastik di kolam dangkal. Lampu di semua kamar Harris Nampak menyala semua.

Hari itu tiga bulan setelah masa pandemic Covid 19 masuk Indonesia. Pemerintah melakukan relaksasai setelah sebelumnya melakukan pengetatan kehidupan sosial.

Semoga kehidupan normal segera menjelang.

Pada masa relaksasi yang kerap di sebut New Normal ini Harris memberi harga khusus, kesempatan ini dimanfaatkan sebagian warga Batam untuk berlibur. Staycation, bahasa kekiniannya. Menginap di hotel meski tinggal di kota yang sama.

Senja dilihat dari kamar Harris Resort.
foto: putut ariyo / batampos.id

Harris Waterfront menjadi salah satu hotel yang cocok untuk itu. Ia berada di ujungnya Pulau Batam. Meski tinggal di Batam belum tentu sebulan sekali melintas ke sana, apalagi jika tidak tinggal dan beraktivitas di sana. Harris Waterfront memiliki lokal yang luas. Ada pantai di salah satu sisinya. Bila ingin main pasir pun bisa. Pun ia memiliki kolam renang yang luas.

Ada pula spot-spot untuk melakukan aktivitas lain seperti gym, dan lokasi balita bermain.

Yang ingin duduk – duduk saja Harris menyediakan fasilitas itu, di ruang terbuka. Sehingga angin segar bisa langsung kita rasakan.

Bila ada masa bolehlah mencoba menginap di sana.

Semalam boleh.

Namun bila membawa anak lebih baik, minimal, dua malam. Itu tempo yang pas untuk berlibur di sana.

Harris Waterfront mempersilakan tetamunya check in, pada pukul 3 petang. Begitu datang anak-anak bisa jadi masih malas untuk bergerak, masih menikmati kamar dan empuknya kasur atau menyaksikan pemandangan dari pintu kamar. Kamar di sini tidak memiliki jendela tetapi pintu. Sebab semua kamar memiliki balkon kecuali kamar di lantai dasar. Nanti kita berkisah tentang kamar di lantai dasar ya….

Pada petang itu barangkali kita tidak bisa “memaksa” anak untuk melakukan kegiatan sesuai jadwal yang orangtua telah susun. Inilah alasan mengapa menginap dua malam menjadi lebih pas.
Biar anak anak dengan me time masing-masing. Selanjutnya our time ya ….

Sekarang kita omongin kamar. Ini menariknya Harris Waterwront, memiliki kamar di lantai dasar dengan kemewahan yang jarang dimiliki hotel lain. Mereka menyebutnya family room beach access dan family room pool access.

Jika Anda ingin menikmasti suara tenang, menginap di sana sambil menyelesaikan pekerjaan atau sekadar membaca buku tebal, beach access cocok untuk Anda. Selain pintu yang masukknya dari lobby hotel, sesuai namanya, kamar yang ini memiliki pintu lain yang langsung menuju pantai. Tanpa melalui lobby lagi.
Tiada kendaraan yang lalu lalang di depan pintu. Paling sesekali tetamu lain yang berjalan kaki menikmati pantai.

Tenang.

Sesuai namanya pool access, kamar yang ini memiliki pintu yang menghadap ke kolam renang. Kebayang ya apabila kita tinggal di rumah yang di depannya tiada mobil parkir, tiada kendaraan melintas, langsung kolam renang.

Ah….. menawan…

Kamar ini, cocok untuk keluarga yang membawa anak – anak.
Dari teras kamar pun bisa mengawasi anak-anak bermain air. Di depan kamar ini ialah kolam dengan kedalaman rendah, 0,5 meter saja. Kolam yang dalam ada di ujung yang lain, hingga 2 meter.

Kala malam pun Anda masih bisa berada di luar kamar untuk sekadar melihat keramaian orang bermain di kolam. Kolam dibukan hingga pukul 21.00. Atau sekadar berehat sembari melihat langit….

Di sana belum banyak bangunan, belum ada polusi cahaya yang menghalangi kita menanap gelapnya langit dengan bintang bersinar terang.

Ah tulisan ini tentu tidak sanggup mengambarkan detil suasana di sana…. Tahu kan caranya menggambarkannya secara pas?!

 

Reporter: Putut Ariyo