Total Football

Tetap Beri Materi Latihan, Meski Tolak kompetisi Dilanjutkan

F. Persebaya.id
Kiper persebaya Surabaya Rivky Mokodompit saat berlatih.

batampos.id – Meski Persebaya Surabayamenjadi klub yang menolak dillanjutkannya gelaran Liga 1, bukan berarti para pemainnya menghentikan program latihan. Memang skuad Green Force, julukan Persebaya, masih libur hanya saja tiga kiper tetap diberikan materi latihan sembari menunggu kepastian kompetisi.

Pelatih kiper Benny van Breukelen tahu sikap manajemen terkait kompetisi. Tapi, bukan berarti dia lantas memberi kebebasan kepada Rivky Mokodompit, Angga Saputro dan Ernando Ari. “Saya malah beri tujuh materi latihan berbeda kepada semua kiper,” kata Benny saat dihubungi. Praktis, ketiga kiper tidak bisa bersantai selama pandemi.

Latihan dilakukan sebagai jaga-jaga saja. Sebab, sejauh ini tidak ada kata mundur dari manajemen Green Force. Mereka hanya menyatakan sikap menolak bergulirnya kembali kompetisi. Nah, kalau sewaktu-waktu kompetisi dimulai dan Persebaya tetap ambil bagian, Benny tidak perlu khawatir. “Karena kiper akan kembali ke lapangan dalam kondisi bagus,” jelasnya.

Karena itu, program latihan mandiri akan tetap dilakukan sampai ada kepastian kompetisi. “Jangan sampai kiper kehilangan sentuhan selama libur,” tegas mantan kiper Niac Mitra tersebut. Karena itu, nyaris setiap hari Benny selalu berkomunikasi dengan tiga kipernya. “Saya selalu pantau ke pemain. Apakah latihan berjalan lancar? Termasuk memantau kondisi mereka setelah latihan,” tambahnya.

Hanya, dia sedikit memberi kelonggaran kepada Rivky. Maklum, kiper 31 tahun itu baru saja dikaruniai anak pertama. Jadi, Rivky lebih banyak menghabiskan waktu dengan buah hatinya. Namun, Rivky tetap berkomitmen untuk melakoni latihan secara mandiri. “Padahal sudah saya beri kelonggaran. Tapi dia (Rivky) tetap ngeyel untuk rutin latihan. Dia profesional,” terang Benny.

Malah, Ernando punya jadwal latihan yang lebih sibuk. Sebab, kiper asli Semarang itu masih rutin melakukan latihan online bersama Timnas U-20. Hal itu disambut baik oleh Benny. Karena itu, dia memberi kebebasan bagi Ernando agar bisa membagi waktu latihan. “Sebisanya saja kapan. Yang penting latihan. Seminggu tiga atau empat kali latihan sudah cukup,” ujar Benny.

Sementara bagi Angga, latihan mandiri sama sekali tidak memberatkan. Apalagi, di dekat rumahnya di kawadan Tanggulangin, Sidoarjo, ada lapangan sepak bola. Selain itu, Angga juga punya waktu rutin untuk berlatih meski kini harus berdinas di Pomdam V Brawijaya, Surabaya. “Bahkan selama dinas kami diberi waktu untuk latihan mandiri dari jam 7.00 sampai jam 10.00,” terang kiper 26 tahun itu.

Sejauh ini belum ada kepastian kapan latihan akan kembali digelar. Maklum, manajemen juga menunggu kejelasan soal kompetisi. Kalaupun harus menggelar latihan, pelatih Persebaya Aji Santoso mengaku butuh waktu dua bulan baginya untuk mempersiapkan tim. (gus/bas/*)

Reporter: JPGROUP
Editor: RYAN AGUNG