Home

Tim Bersatu Lawan Covid Terus Bergerak

Bagikan Masker dan Edukasi Psikis

Sekertaris Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri, Chris Triwinasis bersama tim dan relawan menyerahkan bantuan masker kepada Batam Pos yang diterima Manajer Iklan Batam Pos, Tri Agus didampingi redaktur Putut Ariotejo di Kantor Batam Pos di lantai 3, Graha Pena Batam, Senin (6/7).
 F Cecep Mulyana/Batam Pos

BATAM (BP) – Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri untuk Batam terus bergerak dalam percepatan penanggulangan Covid-19. Tim yang di bawah instruksi Gugus Tugas Covid-19 Kepri ini, difokuskan dalam pembagian masker, sosialisasi protokol kesehatan, dan trauma healing atau edukasi berupa pendampingan psikis masyarakat.

“Ada beberapa hal yang kita lakukan, mulai program kesehatan, pembagian masker, handsanitizer, dan yang paling penting dan utamanya adalah trauma healing,” ujar Sekretaris Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri, Chris Triwinasis saat berkunjung ke Batam Pos, Senin (6/7).

Dijelaskannya, saat ini di tengah masyarakat masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan. Dimana, masyarakat saat ini sering lalai dalam penerapan social distancing atau menjaga jarak meskipun telah menggunakan masker.

“Kita sudah pakai masker. Untuk apa lagi jaga jarak? Artinya pemahaman itu belum sampai. Makanya penjelasan ini yang perlu,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan trauma healing ke Perumahan Eden Park dan memberikan pemahaman kepada warga mengenai Covid-19. Pemberian pemahaman melalui trauma healing itu diharapkan masyarakat tidak mengucilkan warga yang kena Covid-19 dan bisa menjadi percontohan bagi masyarakat lainnya.

“Besok kita ke Belakangpadang termasuk ke Persatuan Pancung. Hari ini kita ke Batam Pos, karena jurnalis di depan dan paling tidak SOP itu kita penuhi,” tuturnya.

Relawan Medis Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam, dr Anto mengungkapkan, saat ini ditengah masyarakat banyak yang ketakutan secara berlebihan terhadap Covid-19 ini. Ketakutan secara berlebihan ini menurut dr Anto, akibat masyarakat tidak mendapatkan informasi yang terpercaya.

“Mereka cuma menerima info di YouTube atau menonton di media sosial. Jadi itulah yang membuat mereka bingung kemudian ketakutan. Bahkan ada yang dengan stigma PDP saja, rumahnya mau dibakar,” katanya.

Atas dasar itu, perlu dilakukan edukasi melalui trauma healing yang dilaksanakan Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam. Ia mengungkapkan bahwa tujuannya adalah, supaya masyarakat bisa mengetahui tentang Covid-19. Baik perkembangannya dan penularannya di tengah masyarakat. Hal itu dianggap perlu karena edukasi ini akan menjadi bekal utama ke masyarakat.

“Jadi mereka sudah bisa memproteksi diri sendiri ketika mereka sudah mendapatkan pengetahuan. Tapi kalau dibiarkan ini terus menerus takutnya terjadi abai,” katanya.

“Ini sebenarnya bekal utama ke masyarakat disaat pandemi ini. Seperti kejadian di Singapura mereka belajat ketika masuk SARS. Jadi ketika masuk Covid sekarang, mereka sudah tau protokolnya seperti apa, apa yang harus dilakukan masyarakat,” lanjutnya.

Namun, jika dibiarkan berpikir sendiri dan tanpa adanya pendampingan sosial saat ini, dr Anto tidak tahu kedepannya akan ada wabah apa dan masyaraka tidak tau apa yang harus dilakukan. Sebaliknya, jika saat ini dilakukan pendampingan sosial, jika ada wabah lain kedepannya, sudah tentu masyarakat sudah tau protokol yang akan dilakukan.

“Sebenarnya untuk trauma healing untuk pasien yang pernah positif dan keluarganya sudah dipanggil karena Covid. Dan tidak menutup kemungkinan ke sekitarnya atau ke semua masyarakat,” imbuhnya. (*)

REPORTER: Eggi Idriansyah
EDITOR : JAMIL QASIM