Metropolis

Ada Opsi Buka SMA Baru di Seibeduk, Batam

Kadisdik Kepri: Yang Belum Terpilih Masuk SMA Negeri Harap Bersabar

M Dali
f.dok

TANJUNGPINANG (BP)-Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Muhammad Dali meminta orang tua calon siswa yang namanya belum terpilih dalam proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk bersabar. Menurutnya, kebijakan lebih akan ditentukan setelah proses verifikasi selesai.

“Sekarang kita masih menyelesaikan proses verifikasi data bagi calon siswa yang sudah diterima. Tahapan ini kita targetkan tuntas dalam tiga hari ke depan,” ujar Muhammad Dali, Selasa (7/7) di Tanjungpinang.

Menurutnya, pada waktu rapat bersama Kepala SMA Negeri se Batam kemarin, pihaknya sudah meminta masing-masing sekolah mendata secara pasti jumlah peminat di setiap sekolah.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tersebut menjelaskan, ada beberapa titik sekolah tentunya yang masih menjadi polemik. “Bagi orang tua yang ingin mengambil tindakan dengan mendaftar ke sekolah swasta silakan. Namun bagi yang ingin tetap di negeri diharapkan untuk bersabar,” jelasnya.

Ditegaskannya, pihaknya tidak akan membiarkan ada anak-anak yang tidak sekolah. Maka dari itu, akan dicarikan solusi yang melibatkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri dan DPRD Provinsi Kepri, serta Pemerintah Kota Batam. Disebutkan Dali, salah satu tawaran yang ia sampaikan pada waktu pertemuan dengan Kepala SMAN se Batam pekan lalu adalah membuka satu Unit Sekolah Baru (USB) SMAN di kawasan Seibeduk, Batam.

“Yang jelas akan ada solusi yang kita putuskan bersama. Langkah tersebut akan kita ambil setelah proses verifikasi data siswa yang diterima rampung,” tegas Dali.

Ketua Panitia PPDB TA 2020/2021 Fatahurrahman menambahkan, saat ini pihaknya tengah mendata sekolah-sekolah yang kelebihan peminatnya, khususnya di Batam.

Menurutnya, setelah adanya data kongkrit, pihaknya akan menyampaikan ke Kadisdik Provinsi Kepri. “Melihat persoalan di lapangan sekarang ini, tawarannya tentu ada dua.

Pertama menambah Ruang Kelas Baru (RKB) dan kedua membuka sekolah baru. Namun bagaimana baiknya, tentu harus diputuskan oleh pemegang kebijakan,” ujar Fatahurrahman, kemarin. (*)

Reporter: Jailani
Editor : Tunggul Manurung