Metropolis

Disdik Akan Tambah Jumlah Siswa dan Ruang Kelas untuk Tampung Anak Tak Lolos PPDB

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Para orangtua calon siswa mendatangi kantor Pemko Batam, Selasa (7/7). Kedatangan mereka untuk mengadu kepada Wali Kota Batam nasib anaknya yang tidak lolos PPDB secara zonasi.

BATAM (BP) – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam memastikan semua siswa yang tidak tertampung usai pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP negeri, tetap akan mendapatkan sekolah sebelum tahun ajaran baru dimulai 13 Juli mendatang.

”Sudah kami laporkan kepada Pak Wali dan beliau memerintahkan agar persoalan ini cepat diselesaikan,” kata Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, Selasa (7/7).

Hendri menjelaskan, solusi yang akan diambil di antaranya, menambah jumlah siswa per kelas atau menambah ruang kelas dengan manfaatkan ruangan masih kosong untuk dijadikan ruang belajar siswa.

”Saya lagi minta data ke sekolah. Kira-kira sekolah mana yang masih lowong dan ada ruangan yang bisa digunakan untuk belajar ketika siswa kembali ke sekolah,” terangnya.

Menurutnya, penyelesaian persoalan ini diharapkan tuntas sebelum tahun ajaran baru nanti. Masih ada waktu kurang lebih satu minggu untuk mengatur pendistribusian siswa ini. Berbagai hal harus dipertimbangkan, termasuk jarak rumah siswa ke sekolah.

Menurutnya, meskipun sekolah masih diselenggarakan di rumah atau school from home (SFH), pihaknya tetap harus memetakan sekolah untuk menampung siswa ini, sehingga ketika kembali ke sekolah, anak mendapatkan ruangan untuk belajar.

”Belajar memang masih dari rumah, sebab masih zona kuning. Meskipun begitu, siswa ini kan harus dapat dulu sekolahnya. Jadi ketika sistem belajar dimulai, mereka tidak kebingungan. Ini yang tengah kami petakan dulu. Sebab kemarin Pak Wali sudah kasih gambaran terkait solusi ini,” terangnya.

Hendri menambahkan, usai pendistribusian ini, siswa akan mulai kembali belajar seperti biasanya. Hingga kini, sesuai dengan surat keputusan (SK) empat menteri, daerah yang boleh menggelar belajar tatap muka di sekolah hanya yang masuk kategori zona hijau, sementara Batam masih zona kuning. Untuk itu, dipastikan Batam tetap SFH dengan metode belajar daring.

”Sejauh ini tidak ada kendala. Meskipun online siswa tetap berhasil menyelesaikan proses belajar dengan baik,” tambahnya.

Salah satu orangtua calon siswa, Siti, mengaku diminta menunggu hingga ada putusan dari Dinas Pendidikan. Ia bersama orangtua lainnya sudah menunggu selama kurang lebih satu minggu.

”Saya tinggal di Taman Raya dan mendaftar di SMPN 28 Batam. Kemarin info dari sekolah semua akan ditampung, namun menunggu putusan dulu. Yang paling penting sudah ada kepastian, jadi kami tidak khawatir lagi soal sekolah,” ungkapnya. (*)

Reporter: Yulitavia, Eggi Idriansyah
Editor : Andriani Susilawati